MUSIM kemarau belum memuncak, tapi ancaman krisis air bersih sudah membayang di depan mata. Warga Samarinda boleh sedikit bernapas lega. Untuk sementara. Pasokan air bersih di Kota Tepian dipastikan masih aman.
Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Kencana Kota Samarinda, Nor Wahid Hasyim, menegaskan posisi Kota Samarinda saat ini masih berada di zona Strategi Normal.
Namun, bukan berarti tanpa guncangan. Seminggu lalu, alarm bahaya sempat berbunyi halus. Samarinda mendadak masuk fase Waspada. Penyebabnya bukan cuma kemarau, melainkan fenomena arus sorong.
Bulan purnama tiba. Air laut pasang tinggi. Air asin terdorong masuk ke hulu Sungai Mahakam. Operasional dua instalasi pengolahan air (IPA) sempat terganggu. Kapasitas produksi langsung drop.
Beruntung, hujan mendadak turun di wilayah hulu. Arus air tawar kembali deras, menghempas intrusi air laut. Situasi pun terkendali.
"Posisi kita sekarang masih di tingkat Strategi Normal," kata Nor Wahid saat memaparkan jaminan pasokan air di tengah ancaman kekeringan, Jumat, 4 September 2026
Untuk menghadapi kemarau panjang tahun ini, Tirta Kencana tak mau berspekulasi. Mereka sudah menyiapkan empat benteng skenario: Normal, Waspada, Siaga, dan Kritis.
Napas utama air tawar Samarinda memang bergantung penuh pada Sungai Mahakam. Lebih dari 80 persen air baku diambil dari sungai raksasa ini. Sisanya mengandalkan anak sungai—seperti Karang Mumus dan Bengen—serta Waduk Benanga.
Debit Sungai Karang Mumus relatif aman karena mengekor pasang-surut Mahakam. Yang bikin deg-degan justru Waduk Benanga.
Waduk penampung air hujan ini mulai merana. Aliran air masuk (inflow) terus menurun dari hari ke hari. Waduk Benanga kini jadi titik paling kritis yang dipantau 24 jam.
Dari sisi jumlah, produksi air memang belum dipangkas. Tapi dampak kemarau mulai 'mengotori' kualitas.
Sekitar 4 persen wilayah pelayanan sempat menerima air agak keruh. Kadar zat besi dan mangan naik tiba-tiba. Tim teknis terpaksa bekerja ekstra keras: menambah dosis bahan kimia pengolah agar air kembali jernih di keran warga.
Nor Wahid pun mewanti-wanti warga agar tak boros.
"Kami mengajak masyarakat berhemat. Gunakan air secara bijak agar pasokan bisa merata. Tampung air secukupnya untuk cadangan," imbaunya. (*)
















