KAPASITAS instalasi air bersih di Kecamatan Karangan, Kutai Timur (Kutim), tak lagi sanggup mengimbangi lonjakan pelanggan. Dari rancangan awal untuk 500 sambungan, jumlah pelanggan air bersih kini sudah tembus 700 rumah.
Kondisi ini membuat Pemerintah Kecamatan Karangan mendesak penambahan kapasitas instalasi sekaligus penguatan jaringan distribusi. Langkah ini dinilai mendesak agar pelayanan air bersih tidak terganggu di tengah kebutuhan masyarakat yang terus naik.
Camat Karangan, Muhammad Reza Fahlevi, menyebut pertumbuhan pelanggan air bersih sudah tidak sebanding dengan kapasitas sistem yang dibangun sejak awal.
"Jumlah sambungan pelanggan sekarang sudah melebihi kapasitas yang dirancang sebelumnya," ujar Reza di Sangatta, Selasa (1/9/2026).
Lonjakan pelanggan air bersih ini beriringan dengan pertumbuhan penduduk dan meningkatnya kebutuhan rumah tangga di Karangan beberapa tahun terakhir. Sayangnya, penambahan infrastruktur belum mengikuti laju pertumbuhan tersebut.
Reza menegaskan persoalan ini harus segera diantisipasi agar kontinuitas dan pemerataan distribusi air bersih ke warga tidak terganggu.
"Memang harus ada penambahan kapasitas supaya pelayanan tidak terganggu ke depan," tegasnya.
Persoalan air bersih di Karangan bukan hanya soal kapasitas instalasi, tapi juga soal jangkauan. Dari sembilan desa di kecamatan ini, baru tiga desa yang terhubung jaringan resmi PDAM kabupaten, yakni Karangan Dalam, Karangan Ilir, dan Karangan Seberang.
Enam desa sisanya masih mengandalkan pasokan air dari perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah Karangan.
"Untuk desa yang belum terjangkau jaringan kabupaten, sementara ini masih dibantu oleh perusahaan," jelas Reza.
Menurutnya, dukungan perusahaan selama ini cukup membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga. Namun, ia menilai pola ini belum ideal jika terus dipertahankan dalam jangka panjang.
Pemerintah kecamatan telah berkoordinasi dengan pengelola PDAM untuk membahas kebutuhan peningkatan kapasitas instalasi dan penguatan jaringan distribusi. Reza berharap pemerintah kabupaten segera mengambil langkah konkret.
Kabar baiknya, dari sisi kualitas, air yang mengalir ke rumah warga masih dinyatakan layak konsumsi.
"Kalau untuk kualitas airnya, sejauh ini masih layak konsumsi dan tidak ada keluhan berarti," tambah Reza.
Ia menegaskan penambahan kapasitas bukan sekadar untuk menjawab kebutuhan pelanggan hari ini, melainkan juga memastikan ketersediaan air bersih bagi warga Karangan seiring pertumbuhan penduduk di masa depan. [ADS]















