AIR BERSIH Sangkulirang kembali mengalir setelah krisis pasokan yang berlangsung sekitar empat bulan akibat menyusut drastisnya sumber air baku lokal. Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memastikan pasokan kini menjangkau sekitar 1.400 pelanggan melalui pemanfaatan fasilitas SPAM di kawasan KEK MBTK.
Peresmian pengaliran dilakukan Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman bersama Direktur Utama Perumdam Tirta Tuah Benua (TTB) Kutim Suparjan di Rumah Dinas Koramil 0909-2 Sangkulirang, Desa Benua Baru Ilir, Minggu (30/8/2026).
Pemulihan pasokan tersebut merupakan hasil kerja sama operasional antara Perumdam TTB Kutim dan PT Melati Bakti Satya (MBS) Kalimantan Timur untuk memanfaatkan fasilitas Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di kawasan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) MBTK.
Camat Sangkulirang Cipto Buntoro mengatakan uji coba pengaliran air bersih telah dimulai sejak 15 Agustus 2026. Pengaliran tersebut bahkan dilakukan lebih awal dari target yang sebelumnya diarahkan bertepatan dengan perayaan Hari Kemerdekaan.
Kini, pasokan air bersih telah mengalir kepada sekitar 1.400 pelanggan di wilayah Sangkulirang.
“Empat bulan yang lalu, masyarakat bilang kehilangan air PDAM karena sangat drastis menyusutnya sumber air,: ujar Cipto dalam sambutannya seusai kegiatan peluncuran.
Pemulihan tersebut menjadi perkembangan penting bagi warga yang sebelumnya menghadapi persoalan berkurangnya pasokan air akibat kondisi sumber air baku lokal.
Melalui pemanfaatan infrastruktur SPAM KEK MBTK, pasokan air bersih Sangkulirang kini disebut dapat disalurkan secara andal selama 24 jam penuh.
Krisis air bersih di Sangkulirang dipicu penyusutan drastis sumber air baku lokal. Kondisi itu membuat pasokan PDAM kepada masyarakat menurun hingga warga kehilangan akses air dalam jumlah yang memadai.
Cipto menyebut persoalan tersebut telah dirasakan masyarakat selama sekitar empat bulan.
Pemerintah kemudian mendorong kerja sama lintas pihak untuk mencari solusi atas keterbatasan sumber air baku tersebut. Salah satu langkah yang direalisasikan ialah mengoptimalkan fasilitas SPAM yang berada di kawasan KEK MBTK.
Kerja sama antara Perumdam TTB dan PT MBS menjadi bagian penting dalam upaya memulihkan distribusi air kepada masyarakat Sangkulirang. Dengan fasilitas tersebut, pasokan air bersih Sangkulirang tidak lagi hanya bergantung pada kondisi sumber air baku lokal yang sebelumnya mengalami penyusutan drastis.
Optimalisasi fasilitas SPAM KEK MBTK menjadi solusi untuk mendukung kebutuhan dasar masyarakat di Sangkulirang.
Air yang dialirkan melalui sistem tersebut kini menjangkau sekitar 1.400 pelanggan. Pemerintah menyebut pasokan dapat tersedia selama 24 jam penuh sehingga masyarakat memiliki akses air yang lebih andal.
Pemanfaatan fasilitas SPAM juga memperlihatkan pentingnya kolaborasi dalam penyediaan infrastruktur dasar, khususnya di wilayah yang menghadapi persoalan sumber air baku.
Bagi masyarakat, pemulihan pasokan bukan sekadar persoalan layanan utilitas. Ketersediaan air bersih berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar sehari-hari.
Selain pemulihan air bersih, Pemerintah Kabupaten Kutim juga menyampaikan perkembangan pembangunan infrastruktur dasar lainnya di wilayah Sangkulirang.
Cipto mengatakan enam desa di wilayah seberang Sangkulirang kini telah menikmati aliran listrik selama 24 jam dari PLN.
Pemenuhan kebutuhan listrik tersebut melengkapi upaya pemerintah dalam mempercepat penyediaan infrastruktur dasar bagi masyarakat di wilayah Sangkulirang.
Air bersih dan listrik menjadi dua kebutuhan esensial yang berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat dan kualitas hidup warga. (*)















