PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Tuah Benua Kabupaten Kutai Timur memastikan pasokan air baku untuk Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kabo yang bersumber dari Sungai Sangatta berada dalam kondisi aman dan memenuhi baku mutu kesehatan, Senin, 24 Agustus 2026.
Kepastian tersebut disampaikan setelah tim teknis Perumdam TTB Kutim mengintensifkan pengawasan terhadap dinamika intrusi air laut yang rutin terjadi sepanjang daerah aliran sungai selama Agustus 2026.
Direktur Utama Perumdam TTB Kutim, Suparjan, menegaskan bahwa seluruh proses pengolahan air bersih berjalan normal tanpa mengorbankan kualitas mutu yang diterima masyarakat.
"Serangkaian uji laboratorium secara berkala diterapkan secara ketat pada saat fase pasang air laut di beberapa titik sampel pengujian yang strategis," ujar Suparjan melalui keterangan resminya.
Ia menjelaskan bahwa standar operasional prosedur (SOP) perusahaan menetapkan ambang batas maksimum kadar klorida (garam) untuk air baku yang aman diproses adalah sebesar 300 bagian per sejuta atau parts per million (ppm).
Fluktuasi Kadar Garam Sungai Sangatta
Berdasarkan catatan laporan pemantauan harian di lapangan, fluktuasi kadar klorida di sepanjang aliran Sungai Sangatta menunjukkan tren yang variatif akibat pasang surut air laut.
Pada Minggu, 16 Agustus 2026 pukul 09.00 WITA, pengujian sampel di titik Jembatan Kampung Kajang mencatat kadar garam sangat rendah, yakni 0,2 ppm.
Kenaikan ringan mulai terlihat pada Kamis, 20 Agustus 2026 pukul 16.30 WITA di titik yang sama, dengan angka klorida mencapai 59,7 ppm.
Lonjakan signifikan baru tercatat pada Senin, 24 Agustus 2026 pukul 08.00 WITA, di mana kadar garam di Jembatan Kampung Kajang menyentuh 315,6 ppm atau melampaui batas baku mutu 300 ppm.
Penyebab Intake IPA Kabo Tetap Steril
Meski terjadi lonjakan kadar klorida melebihi ambang batas di kawasan Kampung Kajang, intrusi air asin tersebut dikonfirmasi belum menyentuh area pengambilan air baku utama di IPA Kabo.
Hal ini dibuktikan dari hasil pengujian di kawasan Porodisa—titik strategis yang berada sekitar 3 kilometer di hilir intake IPA Kabo—pada Senin, 24 Agustus 2026 pukul 10.15 WITA.
Hasil pengujian di Porodisa mencatatkan kadar klorida yang sangat rendah dan berada di zona aman, yaitu sebesar 2,5 ppm.
"Hasil uji di daerah Porodisa menunjukkan kadar klorida sebesar 2,5 ppm. Artinya, air baku yang masuk ke instalasi pengolahan IPA Kabo dipastikan aman dan laik untuk diproses menjadi air bersih bagi seluruh pelanggan," tegas Suparjan.
Fenomena perembesan air laut ke dalam alur sungai air tawar merupakan tantangan tahunan yang kerap terjadi saat musim kemarau atau ketika debit air sungai menurun drastis. (*)















