SUMUR-sumur air baku di Bontang mulai "menjerit". Musim kemarau panjang yang datang tanpa kepastian bikin pasokan air bersih drop drastis. Dampaknya langsung terasa ke dapur warga.
Perumda Air Minum Tirta Taman Kota Bontang terpaksa mengambil langkah pahit: mematikan kran secara bergilir. Keran air tak lagi mengucur 24 jam penuh, khususnya bagi warga di wilayah Bontang Barat.
Dua kelurahan yang kena imbas langsung adalah Kelurahan Kanaan dan Kelurahan Gunung Telihan.
"Langkah ini harus kami ambil demi menjaga pemerataan. Sumber air baku turun drastis," kata Direktur Perumda Tirta Taman, Suramin dalam keterangannya, Jumat, 4 September 2026.
Agar semua warga tetap dapat jatah, manajemen membagi wilayah terdampak menjadi dua zona gilir.
Zona 1: Mengalir Sore hingga Malam
Bagi warga yang tinggal di wilayah Zona 1, kran air PDAM hanya akan mengucur pada pukul 15.00–21.00 WITA.
Wilayah yang masuk Zona 1 meliputi:
Jl. Damai
Jl. Pongtiku
Kampung Timur
Kampung Rama
Zona 2: Mengalir Pagi hingga Siang
Sementara untuk wilayah Zona 2, pasokan air dialirkan lebih awal, yakni pada pukul 07.00–12.00 WITA.
Wilayah cakupan Zona 2 antara lain:
Jl. Tarakan
Jl. Palembang
Jl. Asmawarman
Jl. Balikpapan
Jl. Pontianak
Jl. Bandung (1, 2, 3, 4, dan 5)
Jl. Soekarno Hatta/Flores dan sekitarnya
Jl. S. Parman
Kampung Masdarling Bukit Pasir
Suramin menegaskan, pola gilir ini sifatnya sementara. Begitu hujan turun berkala dan kapasitas air baku pulih, pasokan akan langsung dinormalkan.
Sambil menunggu hujan turun, warga diminta bijak memutar kran. Tampung air saat jam mengalir, jangan biarkan ada yang terbuang.
Kalau ada pipa bocor di jalan atau air mendadak mati di luar jadwal, segera kontak kanal pengaduan Perumda Tirta Taman. Hubungi Nomor Telepon: 0548-23555 atau WhatsApp: 0812-5378-7420. Jangan didiamkan. Air sekecil apa pun kini makin berharga. (*)
















