KISAH pilu yang menimpa Nenek Oga, warga Jalan Bolu Lempangan, Kelurahan Tumampua, Kecamatan Pangkajene, akhirnya mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep).
Langkah cepat diambil Dinas Sosial Pangkep usai kabar mengenai kondisi memprihatinkan lansia tersebut mengemuka dan menyita perhatian publik.
Kepala Dinas Sosial Pangkep, Dr. Jaenal Sanusi, memimpin langsung tim gabungan ke lokasi. Bersama Lurah Tumampua, Sekretaris Camat Pangkajene, Bhabinkamtibmas, serta pengurus RT setempat, bantuan sosial darurat diserahkan langsung kepada Nenek Oga.
Di balik kondisi serba terbatas itu, terungkap cerita menyentuh tentang ketulusan seorang kerabat bernama Nur. Sosok inilah yang selama ini dengan setia mengurus Nenek Oga di tengah keterbatasan.
"Pak Nur ini yang selama ini pasang badan. Beliau yang merawat, membersihkan rumah, memenungi kebutuhan harian, bahkan sampai menggendong Nenek Oga," tutur Jaenal, Minggu (2/8/2026).
Pemerintah daerah sebenarnya sempat menawarkan opsi agar Nenek Oga dirawat di panti jompo untuk mendapatkan perawatan medis dan fasilitas yang lebih memadai.
Namun, tawaran tersebut santun ditolak. Pihak keluarga memilih untuk tetap merawat Nenek Oga di rumah dengan hangatnya kasih sayang kerabat dekat.
Selain Nenek Oga, kondisi anak beliau yang sempat mengalami gangguan kesehatan jiwa juga menjadi perhatian. Pak Nur memastikan bahwa kondisi sang anak kini sudah jauh membaik dan hidup berdampingan secara damai dengan tetangga sekitar.
Melalui pertemuannya dengan pemerintah kelurahan, keluarga meresmikan kesepakatan untuk bertanggung jawab penuh atas keberlangsungan hidup Nenek Oga dan anaknya.
Memahami beban berat yang dipikul keluarga, Pemkab Pangkep bergerak cepat menyiapkan jaring pengaman sosial yang lebih panjang. Dinsos kini mengusulkan bantuan bulanan melalui Program Atensi Kementerian Sosial.
"Insya Allah kami perjuangkan dulu bantuan Atensi dari Kemensos. Harapannya bisa segera disetujui agar ada bantuan rutin setiap bulan untuk meringankan beban Pak Nur dan keluarga," jelas Jaenal.
Belajar dari kasus ini, Jaenal menekankan pentingnya sistem deteksi dini di tingkat paling bawah. Menurutnya, koordinasi berjenjang mulai dari RT, RW, hingga kelurahan adalah kunci utama agar warga yang membutuhkan bantuan bisa segera tertangani sebelum viral.
Pemkab Pangkep memastikan tidak akan lepas tangan. Pendampingan berkelanjutan—baik dari sisi layanan sosial, pemantauan kesehatan, hingga pengawalan bantuan pusat—akan terus dilakukan demi memastikan kebutuhan dasar Nenek Oga terpenuhi secara layak. (*)















