KABUT tebal yang menyelimuti Jalan Poros Sangatta–Bontang Kilometer 24, Kecamatan Sangatta Selatan, berubah jadi saksi bisu tragedi berdarah, Sabtu (1/8/2026) pagi.
Seorang pengendara sepeda motor Honda Beat berinisial DA, meregang nyawa usai menabrak bagian belakang truk traktor head Mercedes-Benz yang sedang mogok di badan jalan. Peristiwa memilukan ini terjadi sekitar pukul 05.30 WITA, saat jarak pandang di lokasi kejadian sangat terbatas.
Peristiwa bermula ketika truk bernomor polisi B 98XX-XXX mengalami kerusakaan mesin (breakdown) dan terpaksa berhenti di tepi badan jalan. Sopir truk sebenarnya sudah berupaya menjalankan prosedur keselamatan dengan menyalakan lampu hazard dan memasang tanda darurat.
Namun, alam berkata lain. Jarak pandang yang sangat pendek akibat kepungan kabut pagi membuat kendaraan dari arah belakang tak sanggup mengantisipasi keberadaan truk bongsor tersebut.
Kasat Lantas Polres Kutai Timur AKP Rezky Nur Harismeihendra menjelaskan, korban yang melaju searah dari belakang diduga kuat sama sekali tidak melihat ada armada besar yang tengah berhenti di depannya.
"Hasil penyelidikan awal menunjukkan truk sebetulnya sudah memasang rambu peringatan dan menyalakan lampu sein kanan. Namun, dugaan sementara pengendara motor tidak menyadari keberadaan truk karena jarak pandang yang tertutup kabut tebal," ujar AKP Rezky saat dikonfirmasi di Sangatta.
Benturan keras tak terhindarkan. Bagian depan sepeda motor bernomor polisi KT 49XX-XX itu hancur berantakan setelah menghantam sudut kanan belakang truk.
Dahsyatnya hantaman membuat korban mengalami luka berat, khususnya pada area wajah dan mulut. Petugas Kepolisian bersama warga sekitar yang tiba di lokasi kejadian langsung mengevakuasi korban yang bersimbah darah ke RSUD Kudungga Sangatta.
Tim medis sempat berupaya memberikan pertolongan darurat di ruang perawatan. Sayang, takdir berkata lain. Luka berat yang dialami membuat nyawa DA tidak dapat diselamatkan. Korban dinyatakan meninggal dunia tak lama setelah tiba di hospital.
Kerugian materil akibat benturan tersebut ditaksir mencapai Rp5 juta. Saat ini, jasad korban sudah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Sementara armada truk beserta motor korban telah dihubungi Unit Gakkum Satlantas Polres Kutim guna pemeriksaan lebih lanjut.
Jalur poros yang menghubungkan Sangatta dan Bontang memang dikenal rawan, terutama pada jam-jam rawan pagi hari ketika jarak pandang sering kali tertutup embun dan kabut tebal.
Menanggapi insiden ini, Kapolres Kutai Timur AKBP Aryansyah menegaskan bahwa jajarannya telah melakukan olah TKP, mengumpulkan bukti, serta memeriksa sejumlah saksi untuk memastikan kronologi detail insiden ini.
"Kami mengimbau keras kepada seluruh pengguna jalan agar senantiasa berkonsentrasi tinggi, menjaga jarak aman, dan menekan kecepatan. Terutama saat melintas di ruas jalan yang minim penerangan atau ketika cuaca tak bersahabat," pungkas AKBP Aryansyah. (*)















