ANCAMAN narkotika di Kalimantan Timur (Kaltim) semakin samar dan berbahaya. Polresta Samarinda membongkar peredaran narkoba jenis etomidate—atau yang di lapangan populer dengan julukan etomine—yang dikemas rapi di dalam cartridge vape.
Tren mematikan ini menyasar langsung kelompok anak muda dan remaja. Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar menegaskan, fenomena peredaran etomidate tak lagi bisa dipandang sebelah mata karena mulai merambah ke berbagai kota besar.
"Sekarang mulai berkembang tren penggunaan narkotika jenis baru bernama etomidate. Bukan hanya di Samarinda, tetapi juga di Balikpapan, Bontang, Sangatta, Jakarta, Surabaya, dan kota-kota besar lainnya," kata Hendri dalam konferensi pers, Jumat (31/7/2026).
Secara kasat mata, tak ada bedanya antara cartridge vape berisi etomidate dengan pods rokok elektronik biasa. Hal ini yang membuat peredarannya sangat licin dan rentan mengelabui masyarakat umum, khususnya para orang tua.
Kasat Resnarkoba Polresta Samarinda Kompol Bangkit Dananjaya membeberkan, pembeda utama dari vape ini terletak pada reaksi instan yang dialami oleh penggunanya.
Dia bilang alat yang digunakan sama dengan vape konvensional. Tetapi berdasarkan literatur kesehatan yang kami pelajari, pengguna vape yang mengandung etomidate biasanya mengalami kejang-kejang atau tubuh bergetar sesaat setelah menggunakannya.
Sensasi kejang dan getaran hebat inilah yang membuat zat ini dijuluki sebagai "pot getar" di lingkaran para pengedar. Meski demikian, polisi memastikannya asap dari pengisap etomidate tidak berdampak racun bagi orang-orang di sekitarnya.
Pengungkapan kasus ini menjadi bagian dari Operasi Antik 2026 Polresta Samarinda. Petugas mengamankan dua tersangka yang tercatat sebagai pekerja swasta, namun kerap menjadi kurir jaringan narkoba.
Dari tangan kedua pelaku, polisi menyita 58 cartridge etomidate siap pakai. Angka yang terbilang masif untuk satu jenis kasus narkoba baru.
Sistem kerja mereka pun sangat rapi menggunakan modus rantai terputus. Para kurir tak pernah bertatap muka dengan pemesan maupun sang bandar.
"Mereka menunggu perintah dari bosnya melalui DM Instagram. Setelah itu baru diarahkan untuk meletakkan barang di lokasi tertentu, sehingga antara pembeli dan kurir tidak pernah bertemu langsung," jelas Bangkit.
Penyelidikan sementara menunjukkan, pasokan etomidate di Kaltim terhubung dengan jaringan besar Jakarta-Medan. Kepolisian kini memburu sosok bandar utama sekaligus mendalami dugaan keberadaan pabrik peracik liquid etomidate skala besar.
Polisi mengimbau para orang tua untuk meningkatkan kewaspadaan. Jika mendapati kerabat atau anak muda yang tiba-tiba mengalami kejang usai mengisap vape, masyarakat diminta untuk segera melapor ke kepolisian terdekat. (*)















