SEORANG pria berinisial S (45) tak berkutik saat langkahnya dihentikan mendadak tim Satresnarkoba Polres Bontang. Dia ditangkap di Jalan Letjen Urip Sumoharjo, Kelurahan Bontang Lestari, Kamis (2/7/2026) sekira pukul 22.00 Wita.
Pria yang sehari-hari menggunakan sepeda motor tersebut diduga kuat tengah bersiap mengedarkan barang haram di wilayah setempat. Penangkapan ini bukan sekadar keberuntungan, melainkan buah dari keberanian warga sekitar yang enggan lingkungannya dirusak oleh peredaran narkoba.
Saat pemeriksaan awal di tepi jalan, petugas menemukan dua paket sabu yang sempat digenggam S di tangan kirinya. Ia tak bisa lagi mengelak.
Namun, perburuan tak berhenti di sana. Polisi yang mencium adanya barang bukti lain langsung bergerak menuju rumah kontrakan terduga pelaku.
Di dalam kamar kontrakan yang sederhana itu, penggeledahan dilakukan secara teliti. Hasilnya, petugas menemukan enam paket sabu tambahan yang disembunyikan rapi di dalam dompet kecil di bawah kasur.
Total ada delapan paket kristal bening diduga sabu dengan berat bruto 3,40 gram yang berhasil diamankan dari tangan S.
Selain barang haram tersebut, tim di lapangan juga menyita uang tunai sebesar Rp1 juta yang diduga hasil transaksi, satu unit ponsel, alat isap (bong), pipet kaca, sedotan runcing, plastik pembungkus, serta sepeda motor yang digunakan terduga.
Kasat Resnarkoba Polres Bontang, AKP Larto, mewakili Kapolres Bontang, menegaskan bahwa penangkapan ini menjadi bukti betapa krusialnya sinergi antara polisi dan masyarakat.
"Peredaran narkoba tidak bisa diberantas hanya oleh aparat penegak hukum. Dukungan dan kepedulian masyarakat menjadi kunci penting," ujar Larto tegas.
Ia mengapresiasi keberanian warga yang bersuara dan mengimbau agar masyarakat tidak takut melapor jika melihat aktivitas mencurigakan di lingkungan mereka.
"Kami mengajak seluruh warga untuk tidak ragu melaporkan. Setiap informasi akan kami tindak lanjuti secara profesional dan rahasia pelapor dijamin," tambahnya.
Kini, S bersama seluruh barang bukti telah berada di Mapolres Bontang. Penyidik masih terus mendalami kasus ini untuk membongkar asal-usul barang serta mengendus kemungkinan keterlibatan jaringan yang lebih besar di belakangnya. (*)















