RAUT wajah polos anak-anak itu berubah bingung. Langkah kecil yang tadinya bersemangat berlari menuju wahana permainan di Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) Taman Tiga Generasi, Sepinggan, Balikpapan Selatan, mendadak terhenti.
Perosotan yang menjadi magnet utama mereka di taman terbuka hijau itu kini hilang. Hanya tersisa struktur tangga tanpa bidang seluncuran.
Padahal, fasilitas publik kebanggaan warga Balikpapan ini baru saja diresmikan 8 Februari 2026. Belum genap enam bulan dinikmati, wahana tersebut sudah tidak dapat digunakan dan menyisakan kekecewaan mendalam bagi para pengunjung kecil beserta orang tua mereka.
Momen liburan singkat keluarga yang harusnya diwarnai tawa riang berganti tanya. Sejumlah orang tua mengaku kaget saat mendapati fasilitas favorit buah hati mereka dalam kondisi mengenaskan dan membahayakan jika dipaksa untuk dimainkan.
"Sayang sekali, anak-anak ke sini yang dicari memang perosotannya. Pas sampai bingung, mana seluncurannya. Anak-anak juga kelihatan bingung," ujar salah satu orang tua murid dengan nada kecewa saat ditemui di lokasi.
Kondisi ini menjadi sorotan warga, mengingat RBRA Taman Tiga Generasi merupakan salah satu ruang publik gratis yang paling diandalkan keluarga di kawasan Sepinggan dan sekitarnya.
Menanggapi keluhan publik yang kian meluas, Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) langsung memberi penjelasan.
Plt Kepala DP3AKB Balikpapan, Nursyamsiarni Djufril Larose, menegaskan bahwa seluruh pengadaan alat permainan di lokasi tersebut baru direalisasikan pada anggaran 2025. Artinya, masa garansi dari pihak ketiga atau penyedia wahana masih berlaku sepenuhnya.
"Pembiayaan pemeliharaan RBRA untuk tahun 2026 tidak ada alokasi untuk RBRA Taman Tiga Generasi, dikarenakan masih masuk dalam tanggung jawab penyedia (garansi)," terang Nursyamsiarni, Kamis (30/7/2026).
Ia menambahkan, perbaikan atau penggantian seluncuran yang rusak tidak bisa langsung disuntikkan dari APBD 2026 demi menghindari tumpang tindih anggaran. Kewajiban pemeliharaan murni berada di tangan penyedia barang.
Meski status perbaikan berada di tangan rekanan, Nursyamsiarni memastikan pihak pemkot tidak lepas tangan dalam hal pengawasan sehari-hari.
Petugas pengawas lapangan telah ditempatkan secara khusus untuk memantau keamanan dan dinamika aktivitas anak-anak di area taman tersebut secara berkala. Pemkot juga mengapresiasi kepekaan warga yang langsung menyuarakan kerusakan fasilitas umum ini.
"Kami mengapresiasi masukan tersebut sebagai bagian dari upaya bersama dalam mewujudkan kota layak anak," tuturnya.
Taman Tiga Generasi Sepinggan sendiri diresmikan langsung Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud pada Februari lalu bersamaan dengan penataan ruang bermain di titik lain seperti Taman Bekapai dan Jalan Wiluyo Puspo Yudo. (*)















