MUSIBAH apes menghampiri Rafly O’Neal Fadillah (26), seorang pengemudi taksi online di Balikpapan. Niat hati menunggu orderan penumpang di kawasan Pelabuhan Semayang, mobil yang menjadi mata pencahariaannya justru membara disengat api.
Peristiwa itu terjadi Kamis (30/7/2026) sore sekira pukul 15.30 Wita. Mobil Daihatsu Sigra berwarna merah marun bernomor polisi KT 1844 YT yang ia parkir di depan eks Dermaga Jetty Chevron mendadak mengeluarkan kepulan asap hitam pekat, disusul kobaran api yang membakar bagian kabin.
Siang menjelang sore itu, matahari Balikpapan memang sedang terik-teriknya. Rafly sempat keluar sebentar meninggalkan kendaraannya untuk menunggu penumpang. Tanpa disadari, telepon genggam miliknya tertinggal di dalam kabin yang tertutup rapat.
Suhu kabin yang memuncak akibat paparan sinar matahari langsung mendadak berubah jadi petaka. Diduga kuat, Baterai HP yang memanas hebat menjadi pemantik munculnya percikan api pertama dari dalam interior kendaraan.
Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Jerrold H.Y. Kumontoy melalui Kapolsek Kawasan Pelabuhan Semayang Kompol M. Yusuf membenarkan insiden kebakaran tersebut.
"Personel segera mendatangi lokasi untuk melakukan tindakan kepolisian awal dan mengamankan situasi begitu menerima laporan," kata Yusuf saat dikonfirmasi, Kamis (30/7/2026).
Dari penelusuran awal di tempat kejadian perkara (TKP), indikasi kuat mengarah pada perangkat elektronik yang kepanasan.
"Keterangan dari pemilik, dugaan sementara api berasal dari telepon genggam yang berada di dalam mobil dan terkena paparan sinar matahari secara langsung," terang Yusuf.
Kobaran api melahap cepat bagian dalam mobil. Bagian interior hancur, terutama jok pengemudi dan kursi penumpang depan yang hangus tak berbentuk. Beruntung, bagian mesin mobil masih selamat dari jilatan api.
Petugas dan warga di sekitar lokasi bergerak cepat memadamkan api sebelum merembet ke seluruh badan kendaraan atau bangunan pelabuhan.
"Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini. Kerugian material diperkirakan mencapai Rp15 juta, dan kendaraan sudah dibawa ke bengkel rekanan oleh pemiliknya," jelas Yusuf.
Insiden yang menimpa Rafly menjadi teguran keras bagi siapapun yang sering menganggap sepele barang elektronik di dalam mobil. Kabin kendaraan yang terjemur matahari bisa berubah menjadi 'oven' raksasa dalam hitungan menit.
Kompol M. Yusuf mengimbau pengguna jalan dan masyarakat luas untuk tidak membiarkan barang berpotensi bahaya mendekam di kabin yang terparkir.
"Jangan tinggalkan telepon genggam, powerbank, atau perangkat elektronik lain di dalam kendaraan dalam waktu lama, terlebih saat terparkir di bawah terik matahari. Langkah kecil ini sangat penting untuk mencegah risiko kebakaran," tegasnya. (*)















