DERASNYA arus informasi digital dan ancaman nyata penyalahgunaan narkoba kini membayang-bayangi tumbuh kembang anak muda. Menyadari kerawanan tersebut, Kelurahan Belimbing, Kecamatan Bontang Barat, bergerak cepat membangun benteng pertahanan bagi warganya lewat inovasi daerah bertajuk Pelita Muda.
Program yang merupakan singkatan dari Pembinaan Edukasi Lingkungan dan Ketahanan Remaja Masa Depan ini dirancang bukan sekadar kegiatan seremonial. Pelita Muda lahir dari kegelisahan banyak pihak melihat perubahan zaman yang semakin kompleks. Mulai dari pengaruh media digital hingga persoalan kesehatan mental yang makin dekat dengan kehidupan remaja.
"Kami berharap seluruh stakeholder dapat menjadi mitra aktif dalam mendukung pembinaan remaja. Dengan kolaborasi yang kuat, PELITA MUDA akan menjadi wadah yang mampu melahirkan generasi muda yang sehat, cerdas, mandiri, dan berkarakter," tegas Ketua Tim Pelaksana Inovasi Pelita Muda, Rini Sehawati, saat sosialisasi program.
Sosialisasi yang digelar di wilayah Kelurahan Belimbing ini langsung mencairkan suasana. Ruang pertemuan dipenuhi jajaran pemerintah kelurahan, Tim Penggerak PKK, Kampung KB, Puskesmas, pihak sekolah, Karang Taruna, hingga para ketua RT dan tokoh masyarakat.
Agar tak berhenti sebagai "program papan nama", pemerintah kelurahan membekali Pelita Muda dengan Standar Operasional Prosedur (SOP), Pedoman Teknis, hingga sistem monitoring dan evaluasi yang terukur.

Diskusi berlangsung hangat. Para ketua RT dan perwakilan remaja tak segan melemparkan pertanyaan serta masukan agar layanan yang disiapkan benar-benar menjawab kebutuhan ril di lapangan.
Berbeda dari penyuluhan konvensional yang kaku, Pelita Muda mengusung pendekatan yang jauh lebih humanis. Remaja tidak lagi diposisikan sebagai objek yang dinasihati, melainkan dirangkul lewat kegiatan sosial dan pelatihan keterampilan yang relevan dengan dunia mereka.
Materi yang disiapkan terbilang komprehensif. Mulai dari edukasi bahaya narkoba, kesehatan reproduksi, literasi digital, hingga pendampingan kesehatan mental yang selama ini sering terabaikan. (*)















