BUNYI klakson panjang membahana di tengah sunyinya malam kawasan Jalan Minyak menuju Pelabuhan Semayang, Balikpapan, Rabu (22/7/2026) pukul 23.00 WITA. Tak lama berselang, dentuman keras susul-menyusul memecah hening.
Sebuah truk fuso yang diduga mengalami rem blong mendadak hilang kendali. Tanpa ampun, kendaraan berat itu menyapu tujuh mobil, tiga sepeda motor, hingga merobohkan sebuah warung makan di pinggir jalan.
Malam yang semula tenang berubah menjadi kepanikan luar biasa. Para pekerja kapal yang sedang membongkar muatan di dalam area pelabuhan berhamburan keluar.
Salah satu pekerja, M. Fadli, menuturkan detik-detik mengerikan saat suara gemuruh itu terdengar. Ia dan rekan-rekannya sedang sibuk menyusun mobil yang baru diturunkan dari kapal pengangkut kendaraan.
"Kami lagi bongkaran di dalam. Tiba-tiba dengar klakson panjang melengking, seperti hilang rem. Setelah itu langsung suara benturan beruntun keras sekali. Kami semua lari ke luar," ujar Fadli dengan nada masih terguncang.
Begitu sampai di luar gate pelabuhan, pemandangan memilukan tersaji. Kendaraan-kendaraan yang rapi terparkir di tepi jalan sudah dalam kondisi ringsek dan berantakan.
Hantaman truk begitu telak. Beruntung, saat kejadian tak ada pengemudi maupun penumpang di dalam belasan kendaraan tersebut. Para pemiliknya merupakan pekerja bongkar muat yang sedang bertugas di area dalam pelabuhan.
Namun, duka tak bisa disembunyikan Fadli. Tiga unit angkutan kota (angkot) yang menjadi mata pencaharian utamanya sehari-hari hancur dihantam si 'si moncong besi'.
"Yang punya saya ada tiga unit angkot, Semuanya kena, rusak berat," tuturnya lesu.
Akibat benturan dahsyat tersebut, bagian depan truk fuso mengalami kerusakan parah. Sopir truk dilaporkan mengalami patah tulang kaki dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapat penanganan medis darurat.
Selain pengemudi truk, informasi awal mengindikasikan adanya korban luka lain yang turut dievakuasi. Meski demikian, kepolisian dan tim medis masih mengonfirmasi jumlah pasti serta tingkat keparahan luka para korban.
Hingga Kamis dini hari, aparat kepolisian masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan penyebab pasti kegagalan sistem pengereman truk. (*)















