SEBUAH bangunan berdiri kokoh di kawasan Jalan Stadion Utama Kaltim, Kelurahan Simpang Pasir, Kecamatan Palaran, Samarinda. Gedung itu bukan sekadar tumpukan semen dan bata, melainkan pijakan harapan baru bagi anak-anak di Kalimantan Timur (Kaltim) untuk mengecap pendidikan yang lebih layak.
Sinar matahari Senin (27/7/2026) siang memantul di dinding-dinding kelas yang kini memasuki tahap penyelesaian akhir. Di sana, Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinas Sosial Kaltim, Achmad Rasyidi, melangkah mengitari area pembangunan.
Ia datang memastikan tiap sudut gedung siap menyambut derap langkah anak-anak yang mendambakan ruang belajar aman.
Achmad Rasyidi memeriksa detail kondisi fisik bangunan, mulai dari kerapian ruang kelas hingga sarana penunjang di sekitarnya. Kunjungan ini sekaligus menjadi ajang koordinasi intensif antara Dinsos Kaltim dan tim pelaksana lapangan.
Dia tak ingin berspekulasi. Setiap fasilitas harus dipastikan benar-benar siap dan aman sebelum lonceng pertama kegiatan belajar mengajar dibunyikan.
"Kehadiran Sekolah Rakyat di Kalimantan Timur ini wujud nyata dukungan pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat yang membutuhkan," ujar Rasyidi di sela-sela peninjauannya.

Bagi Rasyidi, perhatian pada detail fisik bukan formalitas. Rasa aman dan nyaman saat belajar adalah hak dasar setiap anak, tanpa memandang latar belakang sosial mereka.
Kehadiran Sekolah Rakyat di kawasan Palaran ini membawa misi sosial. Di tengah pesatnya pembangunan daerah, masih ada kelompok masyarakat yang kesulitan menjangkau fasilitas pendidikan berkualitas.
Langkah Dinsos Kaltim memacu percepatan proyek ini menjadi komitmen untuk memotong rantai ketimpangan. Peningkatan kualitas pelayanan sosial di bidang pendidikan bukan lagi sekadar wacana di atas kertas rilis, melainkan ruang-ruang kelas nyata yang siap dihuni.
Kini, proses pembangunan terus dikejar hingga tuntas. Saat pintu Sekolah Rakyat Kaltim resmi dibuka kelak, ia tak hanya menawarkan ruang belajar, tetapi juga memberi kepastian bahwa tak ada anak Kaltim yang tertinggal dalam meraih cita-cita. (*)















