KURSI pimpinan sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) vital di Kalimantan Timur (Kaltim) kian dekat dengan pemilik barunya. Panitia Seleksi (Pansel) resmi mengetok nama-nama peserta yang berhasil menembus tiga besar untuk posisi komisaris hingga direksi BUMD Kaltim periode 2026.
Pengumuman ini menjadi babak krusial setelah para kandidat melewati deretan tahapan berat. Mulai dari uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test), penulisan makalah strategis, presentasi gagasan, hingga wawancara mendalam bersama tim penguji.
Ketua Panitia Seleksi, Sri Wahyuni, menegaskan bahwa jajaran nama yang diumumkan merupakan kandidat terbaik. Namun, susunan nama yang rilis ke publik sengaja dibuat berdasarkan urutan abjad, bukan indikasi peringkat nilai.
"Keputusan ini bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat," ujar Sri Wahyuni dalam keterangan resminya yang ditetapkan di Samarinda, Senin (20/7/2026).
Persaingan ketat terlihat pada formasi Calon Komisaris Independen di tiga BUMD andalan Kaltim. Sektor energi dan infrastruktur daerah menjadi perhatian utama dalam proses penyaringan kali ini.
Untuk PT Migas Mandiri Pratama Kaltim (Perseroda), tiga nama yang berhasil melenggang adalah Franxisca Mariani, Jaka Wahyana, dan Mohammad Luthfi.
Sementara itu, pada jajaran PT Pertambangan Bara Kaltim Sejahtera (Perseroda), Pansel menetapkan Agus Dwi Henanto, Juliansyah Roy, serta Rudi Hartono.
Adapun untuk posisi Komisaris Independen PT Kaltim Melati Bhakti Satya (Perseroda), tiga sosok yang lolos yakni Ariesta Heksarini, Ira Kencana, dan Rudiansyah.
Tak kalah krusial, perombakan juga menyasar PT Jamkrida Kaltim sebagai lembaga penjaminan kredit daerah. Untuk posisi Calon Direktur Operasional, tiga nama unggulan mengemuka: Adi Nugroho, Hari Kurniawan Susilo, dan Yesika Irawati Rangubang.
Sedangkan untuk formasi Calon Direktur Umum PT Jamkrida Kaltim, pertarungan tersisa antara dua nama, yakni Dadang Permana dan Suparman. (*)















