DONOR darah bukan sekadar kegiatan sosial. Bagi sebagian orang, setetes darah bisa menjadi harapan terakhir untuk bertahan hidup. Pesan itulah yang mengemuka saat Pemerintah Kota Bontang memperingati Hari Donor Darah Sedunia 2026 yang dirangkaikan dengan Hari Bakti Dokter Indonesia (HBDI) ke-118.
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni hadir langsung membuka kegiatan di Halaman Palang Merah Indonesia (PMI) Bontang, Minggu (26/7/2026). Mengusung tema "Setetes Darah untuk Kemanusiaan, Berikan Darah Selamatkan Kehidupan", kegiatan ini menjadi ajakan agar masyarakat semakin peduli terhadap kebutuhan darah di Kota Taman.
Menurut Neni, ketersediaan darah harus menjadi perhatian bersama. Sebab, setiap saat ada warga yang membutuhkan transfusi akibat kecelakaan, operasi, persalinan, maupun penyakit tertentu.
Yang membuat pesannya terasa lebih dekat adalah pengalaman pribadinya. Neni mengaku pernah merasakan sendiri betapa berharganya stok darah ketika salah satu anggota keluarganya membutuhkan transfusi.
"Mari kita menjadi pendonor darah, bukan penerima darah karena sakit. Donor darah bukan hanya menyelamatkan sesama, tetapi juga menyehatkan diri," ujar Neni.
Ia juga mengajak masyarakat menjadikan donor darah sebagai bagian dari gaya hidup sehat sekaligus bentuk ibadah sosial yang memperkuat semangat gotong royong.
Peringatan Hari Donor Darah Sedunia di Bontang memperlihatkan sinergi berbagai pihak. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Komite I DPD RI Andi Sofyan Hasdam, Ketua IDI Bontang Andi Anwar Arsyad, Ketua PMI Kota Bontang Aji Erlynawati, jajaran Forkopimda, organisasi perangkat daerah, tenaga kesehatan, relawan, pendonor, hingga perwakilan perusahaan.
Neni mengapresiasi kolaborasi antara PMI, IDI, dan perusahaan yang turut mendukung melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL/CSR). Menurutnya, kerja sama lintas sektor menjadi modal penting untuk menjaga ketersediaan darah di Bontang.
Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat yang telah berusia minimal 17 tahun dan memenuhi syarat kesehatan dapat mulai menjadi pendonor secara rutin.
Ketua PMI Bontang, Aji Erlynawati, menjelaskan kebutuhan darah tidak pernah berhenti. Darah dibutuhkan untuk membantu ibu melahirkan, korban kecelakaan, pasien yang menjalani operasi, anak-anak dengan penyakit tertentu, hingga penderita penyakit kronis.
Karena itu, semakin banyak pendonor aktif, semakin besar peluang menyelamatkan nyawa warga yang membutuhkan pertolongan.
Momentum tersebut juga menjadi bentuk penghargaan kepada para pendonor yang selama ini konsisten mendonorkan darahnya.
PMI Kota Bontang memberikan penghargaan kepada sekitar 150 pendonor yang telah mendonorkan darah sebanyak 10, 25, 50, 75, hingga 100 kali. Dua orang di antaranya berhasil mencapai angka luar biasa, yakni 100 kali donor darah, sehingga mendapat apresiasi sebagai pahlawan kemanusiaan.
Rangkaian acara ditutup dengan penyerahan penghargaan, hiburan, pembagian doorprize, testimoni para pendonor, serta kunjungan Wali Kota kepada warga yang sedang mendonorkan darah. (*)















