Pranala.co, BALIKPAPAN – Jajaran Polresta Balikpapan menetapkan status siaga satu menjelang aksi unjuk rasa yang akan digelar di kota minyak.
Kapolresta Balikpapan, Kombes Pol Anton Firmanto, menegaskan pengamanan dilakukan dengan cara persuasif dan humanis. Tujuannya agar penyampaian aspirasi masyarakat tetap berjalan damai dan kondusif.
“Perintah siaga satu ini langsung dari Pak Kapolri dan Kapolda. Kami diminta untuk terus melihat perkembangan situasi,” kata Anton, Sabtu (30/8) malam.
Hingga kini, situasi Balikpapan dilaporkan masih aman. Namun, Polresta terus melakukan pemantauan terhadap dinamika di lapangan. Fokus utama adalah rencana aksi yang telah diberitahukan oleh sejumlah kelompok masyarakat.
“Terkait kegiatan unjuk rasa, tetap kita monitoring. Harapan kami, tujuannya betul-betul fokus pada penyampaian aspirasi. Dengan begitu, kami bisa menjembatani dengan pemerintah daerah maupun DPRD,” tegasnya.
Anton memastikan pola pengamanan akan mengedepankan pendekatan humanis. “Kami tetap menggunakan cara persuasif, bukan represif,” tambahnya.
Dua Aksi Sudah Terjadwal
Sejauh ini, Polresta Balikpapan telah menerima surat pemberitahuan aksi damai dari komunitas ojek online (Ojol). Aksi tersebut akan digelar pada 2 September 2025.
“Kami juga berencana mengundang pemerintah daerah dan Forkopimda untuk bersama-sama mendoakan saudara kita, rekan ojol yang meninggal di Jakarta,” ujar Anton.
Selain itu, Aliansi Mahasiswa Bergerak Balikpapan juga dijadwalkan turun ke jalan pada Senin, 1 September 2025. Aksi akan diawali long march dari Simpang Tiga Plaza Balikpapan menuju Gedung DPRD Balikpapan sebagai titik akhir.
Kapolresta berharap semua elemen masyarakat dapat menjaga suasana kondusif selama aksi berlangsung. Aspirasi, kata dia, bisa disampaikan dengan tertib tanpa harus menimbulkan kericuhan.
“Balikpapan harus tetap aman. Aspirasi masyarakat akan kami dengarkan dan sampaikan,” pungkas Anton. (sr)















