SERAGAM pemadam yang harusnya kompak menjinakkan si jago merah, malam itu malah ternoda darah. Dua anggota Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kota Bontang terlibat duel hebat.
Bukan cuma adu jotos. Salah satunya nekat mencabut senjata tajam. Rekannya ditikam.
Tragedi itu pecah di Pos Loktuan, kawasan Pelabuhan Bontang, Senin (31/8/2026) malam. Video pascakejadian pun sempat gempar dan viral di media sosial.
Usai melayangkan sajam ke tubuh rekannya, sang pelaku panik. Dia langsung ngacir keluar Kota Bontang. Sembunyi dari incaran polisi.
Tapi, sepandai-pandainya melarikan diri, naluri mudik melumpuhkannya.
Mikir situasi sudah aman, pelaku nekat mengendap-endap pulang ke rumahnya. Dia lupa, polisi jauh lebih lihai membaca pergerakan. Begitu jejaknya terendus kembali ke Bontang, tim Buser bergerak cepat. Tanpa perlawanan, pelaku dicokok.
"Sempat melarikan diri. Tapi begitu balik ke rumahnya, langsung kami tangkap. Sekarang statusnya sudah tersangka," tegas Kasat Reskrim Polres Bontang, AKP Putu Ari Sanjaya, Kamis (3/9/2026).
Penangkapan cepat ini tak lepas dari laporan keluarga korban yang tak terima dengan aksi penganiayaan tersebut. Begitu laporan masuk, polisi langsung menyebar jaring.
Kini, seragam damkar sang tersangka berganti baju tahanan. Dia mendekam di sel Polres Bontang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Lantas, apa pemicu perang saudara sesama petugas damkar ini? Polisi masih enggan terburu-buru menyimpulkan.
"Kami masih mendalami peristiwa ini, termasuk mengungkap motif dan kronologi lengkapnya," ungkap AKP Putu Ari.
Satu hal yang pasti: penyesalan selalu datang belakangan. Karir terancam melayang, penjara kini menanti di depan mata. (*)















