Pranala.co, SAMARINDA – Kota Samarinda mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, bersama Wali Kota Samarinda Andi Harun, meninjau sejumlah sekolah, Selasa (30/9).
Kegiatan dimulai dengan Pagi Ceria di GOR Segiri. Mendikdasmen ikut berolahraga bersama siswa-siswi Samarinda. Suasana cair, penuh tawa, sekaligus memberi pesan penting: pendidikan bukan hanya soal kelas, tetapi juga kesehatan dan keceriaan anak.
Agenda utama kunjungan adalah peresmian Sekolah Terpadu Samarinda di SMP Negeri 16. Sekolah ini istimewa. Ia menggabungkan jenjang SD, SMP, hingga SMA, sekaligus menerapkan kurikulum standar internasional.
“Kami ucapkan selamat kepada Wali Kota Samarinda. Sekolah ini bukti kesiapan menghadapi tantangan global. Ada juga penerapan deep learning yang sejalan dengan kebijakan peningkatan kualitas pendidikan nasional,” ujar Abdul Mu’ti.
Ia juga mengapresiasi fasilitas modern yang tersedia. Salah satunya Interactive Flat Panel (IFP) untuk mendukung pembelajaran interaktif.
“Dengan arahan Presiden, target kami adalah setiap sekolah memiliki minimal satu IFP,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Abdul Mu’ti menegaskan program baru: sekolah unggulan non-asrama di tiap kecamatan. Tujuannya agar anak-anak bisa mendapat pendidikan berkualitas tanpa harus meninggalkan rumah.
“Pendidikan berkualitas adalah hak semua anak. Kami sedang mencari formula terbaik untuk model sekolah non-asrama ini,” jelasnya.
Program tersebut diharapkan mulai berjalan tahun depan. Penerapannya dilakukan bertahap, sambil mengadaptasi praktik baik dari sekolah unggulan berasrama maupun sekolah rakyat.
“Kami berkomitmen mewujudkan visi ini demi masa depan anak-anak Indonesia,” tegasnya.
Wali Kota Samarinda Andi Harun menyebut Sekolah Terpadu akan jadi sekolah percontohan. Selain kurikulum nasional, sekolah ini mengadopsi kurikulum Cambridge dengan sistem bilingual.
“Sekolah ini kami harapkan mencetak lulusan yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.
Sekolah Terpadu Samarinda memiliki total 36 rombel: 18 untuk SD, 9 untuk SMP, dan 9 untuk SMA.
“Kami percaya sekolah ini akan jadi sejarah baru bagi Samarinda. Bukan hanya soal ilmu pengetahuan, tapi juga moral dan karakter generasi emas,” tambah Andi Harun.
Setelah peresmian, Abdul Mu’ti melanjutkan kunjungan ke SMK Muhammadiyah 3 Samarinda. Fokusnya: meninjau program revitalisasi sekolah.
Ia memaparkan bahwa pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran untuk 15.850 revitalisasi dan renovasi sekolah di seluruh Indonesia tahun ini. Jumlah itu naik lebih dari 30 persen dibanding alokasi awal yang hanya 10.440 sekolah.
“Program ini menjadi prioritas Presiden. Targetnya, dalam 3–5 tahun ke depan, fasilitas pendidikan yang tidak layak bisa diperbaiki,” ungkap Abdul Mu’ti.
Menurutnya, sarana dan prasarana yang representatif akan sangat menentukan kualitas pembelajaran. Karena itu, alokasi anggaran serupa juga akan digelontorkan tahun depan.
“Kami ingin anak-anak belajar di lingkungan yang lebih nyaman dan layak,” katanya.
Kunjungan kerja Mendikdasmen di Samarinda ditutup dengan peninjauan ke SD Fastabiqul Khairat, Jalan A. Wahab Syahranie, Samarinda Ulu. (TIA)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami















