KAWASAN ruang terbuka publik Teras Samarinda Tahap II akhirnya resmi dibuka untuk masyarakat luas pada Sabtu (29/8) malam. Wali Kota Samarinda Andi Harun meresmikan operasional kawasan ini setelah jajaran pemerintah kota memastikan kesiapan infrastruktur melalui evaluasi akhir.
Pembukaan ini menandai beroperasinya tiga dari empat segmen yang direncanakan dalam proyek penataan tepian Sungai Mahakam tersebut.
"Setelah sekian lama, kita akhirnya sampai melakukan peresmian mulai dibukanya untuk masyarakat luas pembangunan teras tahap dua untuk tiga segmen," kata Andi Harun usai peresmian.
Pembangunan Teras Samarinda Tahap II dirancang lebih kompleks dibandingkan tahap pertama yang berfokus pada ruang pedestrian. Pada tahap kedua ini, fasilitas ditambahkan untuk menunjang kegiatan ekologis, ekonomi, hingga aktivitas seni dan budaya.
Berdasarkan rincian kontrak, proyek Teras Samarinda Tahap II terbagi menjadi empat segmen dengan total nilai anggaran mencapai sekitar Rp114 miliar:
Segmen 1: Nilai kontrak sekitar Rp48 miliar (penghubung ke Tahap I, target rampung Desember 2026).
Segmen 2: Nilai kontrak sekitar Rp21 miliar (resmi dibuka).
Segmen 3: Nilai kontrak sekitar Rp21 miliar (resmi dibuka).
Segmen 4: Nilai kontrak sekitar Rp24 miliar (resmi dibuka).
Cakupan pekerjaan fisik meliputi penataan dermaga, penyediaan fasilitas UMKM, ruang hijau, halte bus, sistem drainase, utilitas kawasan, hingga panggung ruang publik.
Kendati segmen 2, 3, dan 4 telah diakses warga, Pemkot Samarinda mencatat masih terdapat beberapa detail pekerjaan minor yang perlu diperbaiki. Pemerintah memegang jaminan retensi sebesar 5 persen untuk memastikan kontraktor menyelesaikan catatan evaluasi.
"Jika masih ada pekerjaan-pekerjaan minor yang memerlukan lanjutan perbaikan, maka tanggung jawab kontraktor masih ada 30 hari untuk memperbaiki," tegas Andi Harun.
Serah terima akhir pekerjaan belum dilakukan sebelum perbaikan tuntas secara menyeluruh sesuai standar teknis pemerintah.
"Kalau mau cair, maka semua yang kurang-kurang sebagaimana arahan saya dan Pak Wawali pada saat evaluasi terakhir harus dilaksanakan," tambahnya.
Selain fungsi estetika dan lingkungan, Pemkot Samarinda tengah mengkaji penguatan fungsi ekonomi di area baru ini. Rencananya, sentra ekonomi baru akan dibangun di bagian tengah kawasan dengan skema tata kelola serupa Teras Samarinda Tahap I.
Skema pengelolaan saat ini sedang dimatangkan, termasuk opsi pelibatan pihak ketiga agar operasional tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
"Pola dan manajemennya lagi dikaji sekarang, mudah-mudahan satu minggu ke depan selesai, langsung kita buat perencanaan," ujar Andi Harun.
Sementara itu, pengerjaan Segmen 1 sebagai penghubung Teras Samarinda Tahap I dan Tahap II terus berjalan sesuai jadwal kontrak hingga akhir 2026. (*)















