SANGATTA, Pranala.co – Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kini menjadi magnet perhatian pemerintah pusat. Tak kurang dari delapan menteri mengunjungi daerah ini dalam kurun waktu akhir 2024 hingga Mei 2025. Momentum ini dimanfaatkan Pemkab Kutim sebagai peluang untuk memperkuat koordinasi dan mendorong percepatan pembangunan berkelanjutan.
“Ini bukan kebetulan. Kutai Timur saat ini sedang jadi sorotan nasional,” kata Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, di Sangatta, Senin (26/5/2025).
Ia menjelaskan, sejumlah menteri telah lebih dulu hadir menjalankan program di Kutim. Hal itu dinilai menjadi pintu masuk strategis untuk mempererat hubungan dengan pemerintah pusat.
Kunjungan pertama datang dari Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Yandri Susanto, pada Desember 2024. Disusul kemudian oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Raja Juli Antoni, yang pada April 2025 melepas orangutan di Kecamatan Muara Wahau sebagai bagian dari upaya konservasi lingkungan.
Lalu, pada 8 Mei 2025, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, meluncurkan program Ruang Bersama Indonesia di Kecamatan Sangatta Utara.
Yang paling mencolok, menurut Mahyunadi, adalah rencana kunjungan enam menteri sekaligus pada 27 Mei 2025 untuk peluncuran program nasional TAMASYA (Transformasi Masyarakat Sejahtera) dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendugbangga).
Enam pejabat negara yang akan hadir yaitu:
• Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN
• Menteri Dalam Negeri
• Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
• Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah
• Menteri Sosial
• Menteri Ketenagakerjaan
“Kami akan manfaatkan kunjungan ini untuk membuka komunikasi yang lebih luas, agar Kutai Timur bisa masuk dalam skala prioritas pembangunan nasional,” ujar Mahyunadi.
Menurut Mahyunadi, kehadiran para pejabat tinggi ini merupakan bentuk sinergi konkret antara pusat dan daerah. Ia menilai Kutai Timur memiliki posisi strategis yang bisa mendukung peran Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai superhub ekonomi nasional.
“Kutim punya potensi luar biasa, baik dari sumber daya alam, infrastruktur, maupun sumber daya manusianya. Jika dikembangkan bersama, ini akan jadi kontribusi nyata bagi keberhasilan IKN,” tegasnya.
Pemerintah daerah pun berkomitmen menjaga ritme koordinasi lintas kementerian untuk memastikan seluruh program pusat bisa dijalankan optimal di daerah.
“Kita tidak bisa berjalan sendiri. Pembangunan itu butuh kolaborasi. Dan saat ini, waktunya Kutai Timur menunjukkan bahwa kita siap tumbuh lebih cepat,” pungkas Mahyunadi. (HAF)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami














