RASA cemas warga di sekitar kawasan Kilang Pertamina Balikpapan akhirnya terjawab. Hasil uji laboratorium terhadap serpihan debu yang sempat dikeluhkan masyarakat beberapa waktu lalu resmi keluar.
Badan penguji independen, Sucofindo, menyatakan seluruh parameter sampel debu tersebut berada dalam kategori aman. Tidak ada indikasi pencemaran yang membahayakan kesehatan masyarakat maupun lingkungan sekitar.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, memastikan lembar hasil analisis tersebut sudah mereka terima sejak pekan lalu.
"Semua parameter baku mutu udara dalam kondisi normal," ujar Sudirman saat memberikan keterangan resmi.
Pihak DLH bergerak cepat. Hasil pengujian ini langsung diteruskan ke tingkat kelurahan agar warga segera mendapatkan informasi yang valid dan tidak lagi didera isu liar.
Namun, rasa aman dari hasil laboratorium ini bukan berarti Pertamina bisa bernapas lega begitu saja. Pemerintah Kota Balikpapan tetap bersikap tegas.
DLH Balikpapan melayangkan tuntutan agar PT Kilang Pertamina Balikpapan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Prosedur Operasional Standar (SOP) mereka. Terutama pada aktivitas operasional yang punya potensi mengganggu kenyamanan publik.
Perusahaan plat merah ini diminta lebih peka. Koordinasi dengan pemerintah daerah wajib ditingkatkan sebelum melakukan aktivitas besar, seperti proses commissioning atau proyek teknis lainnya.
"Ada beberapa prosedur yang harus mereka review kembali sehingga kejadian seperti kemarin bisa diminimalkan," tegas Sudirman.
Kecepatan komunikasi dinilai menjadi kunci utama. Sudirman mengimbau warga untuk tidak ragu melapor ke kelurahan atau instansi terkait jika kembali menemukan hal janggal di lingkungan mereka.
Sikap proaktif warga terbukti membantu. Begitu laporan debu masuk tempo hari, tim DLH langsung terjun mengambil sampel ke lapangan hingga akhirnya bisa diuji secara ilmiah.
Komitmen Pertamina dan Keberlanjutan Proyek
Merespons ketegasan pemerintah daerah, PT Kilang Pertamina Balikpapan menyatakan sikap patuh. Mereka memastikan telah menjalankan seluruh rekomendasi, baik dari DLH maupun Dinas Kesehatan Kota Balikpapan.
VP Legal & Relation PT Kilang Pertamina Balikpapan, Asep Sulaeman, menegaskan bahwa penyerahan hasil lab independen ini adalah wujud nyata transparansi perusahaan kepada publik.
"Seluruh rekomendasi yang disampaikan oleh DLH dan Dinas Kesehatan telah kami tindaklanjuti dan laksanakan," kata Asep.
Langkah mitigasi, baik dari aspek teknis maupun nonteknis, kini tengah diperketat oleh manajemen kilang. Pertamina berkomitmen menjaga keseimbangan antara keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan kenyamanan warga.
Apalagi, kilang ini sedang bersiap melanjutkan tahapan start-up commissioning. Proyek ini merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang krusial bagi ketahanan energi nasional. (*)















