Menu

Mode Gelap
Permukiman Padat Penduduk di Samarinda Kebakaran, 1 Jam Baru Padam Penerbitan PKL Samarinda Ricuh, Sani: Tolong, Wali Kota Pakai “Otak”, Jangan “Otot” Mulu Penerbitan PKL di Samarinda Ricuh, Pedagang Serang Satpol Pakai Balok dan Parang Diduga Teroris Sembunyi di Kaltim, Polda Ajak Warga jadi Mata-Mata Mobil Seruduk 2 Pemotor di Balikpapan, 1 Orang Tewas

Kaltim · 14 Mei 2022 00:18 WITA ·

Gubernur Lemhanas: IKN Rawan Serangan Militer


 Presiden Joko Widodo meninjau lokasi kluster pemerintahan di calon ibu kota baru di Kecamatan Sepaku, Penajam Passer Utara, Kalimantan Timur, Selasa (17/12/2019).(KOMPAS.com/Ihsanuddin) Perbesar

Presiden Joko Widodo meninjau lokasi kluster pemerintahan di calon ibu kota baru di Kecamatan Sepaku, Penajam Passer Utara, Kalimantan Timur, Selasa (17/12/2019).(KOMPAS.com/Ihsanuddin)

pranala.co – Gubernur Lemhannas Andi Widjajanto menyebut Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur (Kaltim) rentan terhadap pertahanan negara.

Oleh sebab itu, dia mendesak dibangun kapasitas pertahanan negara untuk menjadi stabilitas di Nusantara.

Kata Andi, perkembangan teknologi pertahanan udara juga memberi guncangan terhadap gagasan geopolitik tradisional. Jarak geografis tidak lagi menjadi faktor utama dalam merumuskan kapasitas pertahanan.

BACA JUGA: Sidang MK Digelar, Suku Asli Tolak IKN karena Tak Pernah Diajak Komunikasi

“Teknologi persenjataan terkini seperti senjata ICBM dan rudal hypersonic mampu menjangkau lokasi yang jaraknya sangat jauh dari lokasi peluncuran sangat cepat,” kata Andi dalam webinar BRIN dengan tema ‘IKN Dalam Dinamika Keamanan Regional dan Refleksi Identitas Global Indonesia’ yang disiarkan di channel YouTube BRIN, Kamis (12/5/2022).

Hasil penelitian yang dilakukan rekan-rekannya didapat data ada kecenderungan labil terhadap perang yang melibatkan IKN. Jika melihat dari kondisi geografisnya, menurut Andi, sangat mungkin terjadi perang di ibu kota tersebut.

BACA JUGA: IKN Nusantara bakal Miliki 14 Stasiun Kereta Api, Berikut Rincian Sebarannya

Kecenderungan perang di ibu kota itu terjadi pada ibu kota negara yang letaknya sangat dekat dengan perbatasan-perbatasan darat, sangat dekat dengan pelabuhan.

Semakin dekat dengan pelabuhan utama, semakin dekat dengan perbatasan, maka kecenderungan perang ibu kotanya semakin meningkat,” kata Andi.

Tata Kelola

Visi Kota Dunia untuk Semua untuk mewujudkannya dibutuhkan sistem pertahanan kuat untuk menjaga dan melindungi IKN Nusantara

BACA JUGA: 70 Persen Kebutuhan Daging dari Luar Kaltim
Risiko

– Memiliki kerentanan udara tinggi, masuk dalam cakupan rudal balistik negara besar serta mendekati pengelolaan ruang udara negara tetangga
– Memiliki perbatasan darat yang memudahkan negara tetangga memobilisasi pasukan menyerang Nusantara
– Kawasan pusat persaingan negara adidaya, mendekati pangkalan militer AS dan Tiongkok, serta persaingan visi arsitektur negara besar
– Mendekati jalur pelayanan global berkontur laut yang mendukung gelar kekuatan kapal selam

Krisis

-Serangan militer di Kawasan IKN Nusantara
-Mendekati potensi lokus perang hegemoni masa depan

Respons

– Reorganisasi militer untuk mengakomodasi pemindahan IKN
– Mengubah paradigma pertahanan darat menjadi mobilitas strategis
– Memodernisasi alutsista, khususnya pertahanan udara
– Pengembangan sistem keamanan siber

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

Senjata Tradisional Suku Dayak Buatan Makhluk Kayangan

26 Mei 2022 - 16:01 WITA

DUHUNG2

Diduga Teroris Sembunyi di Kaltim, Polda Ajak Warga jadi Mata-Mata

26 Mei 2022 - 00:51 WITA

IMG 20220526 003543

SELAMAT! Pemprov Kaltim Raih Pembina Terbaik K3 Nasional

25 Mei 2022 - 16:30 WITA

IMG 20220525 172849

Kaltim Masih Menunggu Aturan Vaksinasi PMK dari Pusat

25 Mei 2022 - 15:15 WITA

IMG 20220525 171808

Wakil Ketua DPRD Kaltim Janji Dukung Penambahan Bankeu Atasi Banjir Bontang

25 Mei 2022 - 09:47 WITA

IMG 20220525 113354

Kemayau, Buah Langka Bercita Rasa Mentega Khas Kalimantan

25 Mei 2022 - 08:01 WITA

58E35180 2AB3 4160 AE11 D825656B6A25
Trending di Kaltim