NAMA Julita Rista Lestari mendadak menjadi perhatian di Kutai Kartanegara (Kukar). Siswi SMA Negeri 1 Tabang itu berhasil lolos seleksi tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dan melaju ke tahapan seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional 2026.
Bukan hanya karena statusnya sebagai wakil Kaltim. Julita datang dari Kecamatan Tabang, wilayah pedalaman di hulu Kukar yang jarang muncul dalam daftar pelajar berprestasi tingkat nasional. Dari daerah yang jauh dari pusat kota itulah ia kini bersaing dengan putra-putri terbaik Indonesia.
Pengumuman kelolosan Julita disampaikan di Samarinda, Sabtu (9/5/2026). Ia menjadi satu dari enam peserta wakil Kalimantan Timur yang akan mengikuti seleksi pusat. Enam peserta itu terdiri atas tiga putra dan tiga putri. Nantinya, hanya dua orang terbaik yang akan terpilih menjadi anggota Paskibraka Nasional.
Bagi Julita, capaian tersebut terasa sulit dipercaya. Di balik seleksi yang ketat, ia mengaku harus melewati latihan fisik, pembinaan mental, hingga tekanan kompetisi yang tidak ringan.
“Perasaan saya campur aduk. Ada rasa haru, bangga, sekaligus tidak menyangka bisa sampai di tahap ini. Ini amanah besar karena saya membawa nama Kaltim dan Kukar,” ujarnya.
Ia mengatakan proses persiapan dilakukan berbulan-bulan dengan disiplin tinggi. Latihan lari, penguatan fisik, pendalaman wawasan kebangsaan, hingga latihan baris-berbaris dijalani hampir setiap hari. Di tengah proses itu, ia juga harus menjaga kesehatan dan kestabilan mental.
Menurut Julita, tantangan terbesar bukan hanya bersaing dengan peserta lain, melainkan melawan rasa ragu pada diri sendiri. Sebab seluruh peserta yang lolos tingkat provinsi merupakan perwakilan terbaik dari kabupaten dan kota masing-masing.
“Tantangan terbesarnya menjaga konsistensi di bawah tekanan. Kadang rasa lelah dan tidak percaya diri muncul, tapi saya terus mencoba fokus,” katanya.
Di tengah persaingan tersebut, kisah Julita menjadi perhatian karena dinilai mematahkan anggapan bahwa pelajar dari daerah pedalaman sulit bersaing di level nasional. Ia menyebut pencapaian itu ingin dipersembahkan untuk masyarakat Tabang dan Kukar.
“Ini pembuktian bahwa anak daerah juga bisa bersaing. Keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi,” ucapnya.
Julita juga menyampaikan terima kasih kepada keluarga, sekolah, pembina, serta Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara melalui Kesbangpol yang mendampingi selama proses seleksi.
Kini, ia bersiap menghadapi tahapan berikutnya dengan harapan bisa lolos menjadi anggota Paskibraka Nasional mewakili Kaltim. [RIL]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami

















