TAK banyak yang menyangka, di tengah hamparan kebun sawit dan hutan Kabupaten Paser, Kalimantan Timur (Kaltim), terdapat sebuah puncak yang setiap pagi berubah seperti “negeri di atas awan”. Tempat itu adalah Gunung Boga, destinasi wisata alam yang belakangan ramai dibicarakan karena panorama kabut tebalnya yang muncul menjelang matahari terbit.
Gunung yang juga dikenal sebagai Gunung Embun itu berada di Desa Luan, Kecamatan Muara Samu. Ketinggiannya memang hanya sekira 600 meter di atas permukaan laut. Namun justru dari puncak inilah pengunjung bisa melihat lapisan kabut menggantung rendah di sela perbukitan hijau Paser, menciptakan lanskap yang jarang ditemukan di Kalimantan.
Fenomena kabut pagi menjadi alasan utama banyak wisatawan datang sebelum subuh, bahkan memilih bermalam di kawasan puncak. Waktu menikmatinya pun singkat. Kabut biasanya mulai turun sebelum pukul 06.00 Wita dan perlahan menghilang setelah pukul 08.00 Wita.
Di media sosial, pemandangan Gunung Boga kerap disebut mirip wisata dataran tinggi di Pulau Jawa. Bedanya, perjalanan menuju lokasi justru menghadirkan suasana khas Kalimantan: jalan panjang di antara perkebunan sawit, hutan, dan jalur berbatu menuju puncak.
Popularitas Gunung Boga terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2020, kawasan ini masuk nominasi Anugerah Pesona Indonesia (API) Award dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk kategori Dataran Tinggi Terpopuler dan menempati posisi ketiga nasional.
Pemerintah Kabupaten Paser kemudian mulai serius mengembangkan kawasan tersebut sebagai wisata unggulan daerah. Pembangunan akses jalan, area parkir, musala, hingga lokasi take-off paralayang mulai dilakukan sejak 2021 setelah lahan seluas 10,26 hektare dilepas untuk kepentingan wisata.
Kini, Gunung Boga tidak hanya dikenal sebagai tempat berburu kabut pagi. Kawasan ini juga mulai dilirik sebagai lokasi olahraga udara. Area take-off paralayang yang tersedia bahkan disebut sebagai salah satu spot terbaik di Kalimantan Timur dan telah diuji atlet profesional.
Di sekitar kawasan wisata, warga Desa Luan ikut merasakan dampak ekonomi dari meningkatnya kunjungan wisatawan. Sejumlah UMKM menjual makanan khas seperti amplang ikan bulan-bulan dan lemang, sementara pengelolaan camping ground hingga penyewaan tenda melibatkan kelompok sadar wisata setempat.
Akses menuju Gunung Boga dapat ditempuh sekira 40 kilometer dari Kota Tanah Grogot. Pengunjung dari arah Penajam Paser Utara maupun kawasan IKN Nusantara juga mulai banyak datang karena lokasi wisata ini berada di jalur yang masih terjangkau perjalanan darat.
Meski fasilitas wisata terus berkembang, suasana alami Gunung Boga masih terasa kuat. Kawasan ini menjadi alternatif wisata alam yang relatif terjangkau bagi wisatawan lokal maupun luar daerah yang ingin menikmati sisi lain Kaltim selain pantai dan sungai. [RE]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami
















