MENJADI orangtua tak selalu berjalan dalam suasana hangat dan penuh kebahagiaan. Di balik tekanan pengasuhan, banyak orangtua tanpa sadar membawa luka batin masa lalu yang kemudian memengaruhi cara mereka memperlakukan anak.
Kondisi di atas yang menjadi perhatian Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bontang saat menggelar kegiatan Parenting Healing bertema “Peluk Luka, Mengasuh dengan Cinta” di Bontang, Sabtu (9/5/2026).
Kegiatan yang digelar bersama komunitas Rangkul (Relawan Keluarga Kita) itu tidak hanya membahas pola asuh anak, tetapi juga mengajak para orangtua mengenali kondisi emosional diri sendiri. Sebanyak 64 peserta hadir dalam kegiatan tersebut, didominasi kaum ibu, serta diikuti tiga ayah yang turut ambil bagian dalam diskusi pengasuhan.
Kepala BNN Kota Bontang, Lulyana Ramdani mengatakan, banyak reaksi emosional orangtua terhadap anak sebenarnya dipengaruhi pengalaman masa lalu yang belum selesai.
“Kadang kita marah bukan karena anak, tapi karena ada pengalaman masa lalu yang belum kita selesaikan. Itulah yang coba kita sadarkan di kegiatan ini,” ujar Lulyana.
Dalam sesi materi, peserta diajak memahami bahwa pengasuhan tidak hanya soal mendidik anak, tetapi juga proses menyembuhkan diri sendiri. Tema “Peluk Luka” dipilih sebagai simbol penerimaan terhadap luka batin yang kerap diwariskan dalam pola asuh dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Menurut Lulyana, luka emosional tidak selalu bisa dihilangkan, tetapi dapat diterima dan didamaikan agar tidak berdampak pada anak. “Luka itu mungkin tidak akan pernah hilang, tapi kita bisa berdamai dengannya. Kalau tidak, luka itu akan terbawa dalam pola pengasuhan kita,” katanya.
Ia menegaskan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya pencegahan berbagai persoalan sosial seperti penyalahgunaan narkoba, kenakalan remaja, hingga perundungan. BNN Bontang menilai kondisi keluarga memiliki pengaruh besar terhadap perilaku anak di lingkungan sosial.
“Apa yang dilakukan anak di luar rumah adalah cerminan dari apa yang mereka dapat di rumah. Karena itu, kita tidak bisa hanya menyalahkan anak,” tegasnya.
Dukungan terhadap kegiatan itu juga datang dari Tim PKK Bontang. Sementara komunitas Rangkul dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat edukasi keluarga di tengah masyarakat. Menariknya, kegiatan tersebut disebut berjalan dari gerakan sosial mandiri tanpa dukungan finansial besar.
Melalui Parenting Healing ini, BNN Bontang berharap semakin banyak keluarga di Bontang menyadari pentingnya kesehatan emosional dalam pengasuhan. Sebab, ketahanan keluarga dinilai menjadi fondasi utama untuk membentuk generasi yang sehat secara mental, sosial, dan terhindar dari berbagai perilaku berisiko. [FR]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami


















