BONTANG, kembali mengirimkan wakilnya ke ajang seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional 2026. Gus Luthfy Azka Nararya, siswa kelas X SMA Yayasan Pendidikan Vidya Dahana Patra (YPVDP) Bontang, berhasil lolos seleksi tingkat Provinsi Kalimantan Timur dan kini melaju ke tahap nasional.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Bontang, Deddy Haryanto, mengaku bangga atas capaian tersebut. Menurut dia, keberhasilan Luthfy melanjutkan tradisi Bontang yang dalam beberapa tahun terakhir rutin mengirimkan putra-putrinya ke level Paskibraka Nasional.
“Bontang memang langganan mengirimkan wakil ke tingkat nasional. Tahun sebelumnya ada Putri Nur Azizah dari SMK Putra Bangsa, dan pada 2023 ada Nur Fadia Aguspika,” ujar Deddy, Senin (11/5/2026).
Ia memastikan Kesbangpol Bontang akan terus mendampingi dan memantau proses seleksi nasional yang dijalani Luthfy. Sebab, tahapan seleksi Paskibraka tidak hanya menguji kemampuan baris-berbaris, tetapi juga mencakup Tes Intelegensia Umum, Pancasila dan Wawasan Kebangsaan, kesehatan, samapta, psikotes, wawancara minat dan bakat, hingga penelusuran rekam jejak media sosial.
Deddy mengatakan, peserta yang belum terpilih di tingkat pusat tetap memiliki peluang menjadi anggota pengibar bendera tingkat provinsi. “Kalaupun nanti Gus Luthfy Azka Nararya tidak terpilih di tingkat pusat, dia tetap akan bertugas sebagai anggota pengibar di tingkat provinsi,” katanya.
Ia pun memberikan pesan khusus kepada Luthfy agar tetap menjaga kondisi fisik dan fokus menjalani seluruh tahapan seleksi. “Buat adik Gus Luthfy semangat, menjaga kesehatan, dan terus berlatih untuk menempa diri agar sukses seleksinya,” lanjutnya.
Luthfy sendiri menjadi satu dari enam pelajar terbaik Kalimantan Timur yang lolos ke tahap nasional. Selain dirinya, ada Aryasuta Samudrapati Riyanto dari SMA Negeri 5 Balikpapan, Galih Resky Pratama dari SMA Negeri 1 Tanah Grogot, Beatrice Geraldine Limbong dari SMA Negeri 2 Berau, Julita Rista Lestari dari SMA Negeri 1 Tabang, serta Melfana Akilah Putri dari SMA Negeri 7 Samarinda.

Bagi Luthfy, perjalanan menuju seleksi nasional bukan proses instan. Ketertarikannya menjadi anggota Paskibraka tumbuh sejak masih duduk di bangku sekolah dasar setelah melihat pasukan pengibar bendera di Istana Negara melalui siaran televisi.
“Sejak SD saya sudah tertarik menjadi anggota Paskibraka. Awalnya karena kagum melihat petugas Paskibraka Istana Negara di TV,” kata Luthfy saat diwawancarai redaksi Pranala.co, Senin (11/5/2026).
Putra pasangan Achmad Fauzi dan Nurhidayah Jalil itu menyebut doa orang tua, terutama sang ibu, menjadi kekuatan utama selama menjalani proses seleksi yang ketat. Menurut dia, dukungan keluarga membuatnya mampu bertahan hingga menembus tahap nasional.
“Bisa berdiri di tingkat nasional adalah cara saya berterima kasih kepada orang tua dan membuktikan bahwa dukungan mereka membuat saya bisa sampai sejauh ini,” ujarnya. [DIAS]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami















