PELAJAR asal Bontang, Gus Luthfy Azka Nararya, berhasil menembus seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional 2026 setelah lolos pada tahap seleksi tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Siswa kelas 10 SMA Yayasan Pendidikan Vidya Dahana Patra (YPVDP) Bontang itu kini menjadi salah satu wakil Kaltim yang mengikuti tahapan seleksi nasional.
Luthfy menjadi satu dari enam pelajar terbaik Kaltim yang berhasil melaju ke tingkat nasional. Mereka yakni Aryasuta Samudrapati Riyanto dari SMA Negeri 5 Balikpapan, Galih Resky Pratama dari SMA Negeri 1 Tanah Grogot, Gus Luthfy Azka Nararya dari SMA YPVDP Bontang, Beatrice Geraldine Limbong dari SMA Negeri 2 Berau, Julita Rista Lestari dari SMA Negeri 1 Tabang, serta Melfana Akilah Putri dari SMA Negeri 7 Samarinda.
Bagi Luthfy, perjalanan menuju seleksi nasional bukan proses singkat. Ketertarikannya menjadi anggota Paskibraka sudah tumbuh sejak masih duduk di bangku sekolah dasar (SD). Saat itu, ia mengaku kagum melihat pasukan pengibar bendera di Istana Negara melalui siaran televisi.
“Sejak SD saya sudah tertarik menjadi anggota Paskibraka. Awalnya karena kagum melihat petugas Paskibraka Istana Negara di TV,” kata Luthfy saat diwawancarai redaksi Pranala.co, Senin (11/5/2026).
Putra pasangan Achmad Fauzi dan Nurhidayah Jalil itu menyebut doa orangtua, terutama sang ibu, menjadi sumber kekuatan terbesar selama menjalani proses seleksi. Menurutnya, dukungan keluarga membuat dirinya mampu bertahan menghadapi tahapan seleksi yang kompetitif.

“Bisa berdiri di tingkat nasional adalah cara saya berterima kasih kepada orang tua dan membuktikan bahwa dukungan mereka membuat saya bisa sampai sejauh ini,” ujarnya kepada Pranala.co.
Luthfy mengaku seleksi Paskibraka tingkat provinsi berlangsung ketat karena seluruh peserta merupakan perwakilan terbaik dari daerah masing-masing. Tantangan terberat yang ia hadapi bukan hanya latihan fisik, tetapi juga menjaga disiplin dan mengelola rasa gugup saat seleksi berlangsung.
Ia menjalani rutinitas padat dengan membagi waktu antara sekolah dan latihan. Dari pagi hingga sore, Luthfy fokus mengikuti pelajaran di sekolah. Lalu melanjutkan latihan intensif pada sore hari. Menurutnya, menjaga pola istirahat menjadi bagian penting agar tetap fit selama tahapan seleksi.

Pelajar kelahiran Bontang, 30 Juli 2010 itu juga membawa misi memperkenalkan Kaltim kepada peserta dari daerah lain. Ia ingin mengenalkan kekayaan daerah, mulai dari fauna endemik seperti Pesut Mahakam dan Burung Enggang hingga kuliner khas Bontang, Gammi Bawis.
Di balik pencapaiannya, Luthfy menyimpan cita-cita menjadi anggota Akademi Kepolisian (Akpol). Remaja dengan tinggi badan 179,8 sentimeter dan hobi basket serta badminton itu pun berpesan kepada generasi muda di Bontang agar tidak takut bermimpi besar dan terus mengejar pengalaman positif.
“Jangan takut bermimpi besar, karena mimpi itu gratis. Kalau merasa sulit, jangan lupa perbanyak doa dan ibadah,” katanya.
Keikutsertaan Gus Luthfy Azka Nararya dalam seleksi Paskibraka Nasional 2026 menjadi kebanggaan tersendiri bagi Bontang dan Kalimantan Timur. Proses seleksi nasional selanjutnya akan menentukan wakil yang bertugas sebagai anggota Paskibraka di tingkat Istana Negara. Kita doakan, semoga Gus Luthfy bisa bertugas di Istana Negara 17 Agustus 2026 nanti. [DIAS/RE]
Biodata Singkat
Nama Lengkap: Gus Luthfy Azka Nararya
Nama panggilan: Luthfy
Tempat, Tanggal Lahir: Bontang, 30 Juli 2010
Asal sekolah: SMA YAYASAN PENDIDIKAN VIDYA DAHANA PATRA, Kelas 10
Nama orangtua:
– Bapak: Achmad Fauzi
– Ibu: Nurhidayah Jalil
Anak pertama dari dua bersaudara
Alamat Rumah: Asrama Polres Bontang Blok C30 RT 11 Jalan Bhayangkara, Bontang, Kaltim
Tinggi dan berat badan: 179,8 sentimeter dan Berat badan 65kg
Hobi: Basket, Badminton
Cita-Cita: Akpol
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami


















