GERAKAN Pramuka di Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim) dinilai mulai kehilangan gaung di sekolah maupun lingkungan pemerintahan. Kondisi itu menjadi sorotan Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni saat membuka Musyawarah Cabang Luar Biasa (Muscablub) Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Bontang di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota, Minggu (10/5/2026).
Di hadapan pengurus Pramuka, kepala OPD, dan jajaran Kwartir Daerah Kalimantan Timur, Neni meminta kegiatan kepramukaan kembali diaktifkan. Ia bahkan menegaskan seluruh kepala OPD memiliki tanggung jawab langsung karena secara ex-officio tercatat sebagai anggota Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab).
Menurut Neni, Pramuka tidak sekadar kegiatan seremonial atau pelengkap ekstrakurikuler sekolah. Organisasi itu dinilai menjadi ruang pembentukan karakter generasi muda di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks.
“Gerakan Pramuka adalah kawah candradimuka dalam membentuk jiwa sosial, kemandirian, dan semangat rela berkorban bagi anak-anak kita. Karena itu saya mengajak seluruh sekolah dan OPD kembali mengaktifkan kegiatan Pramuka agar pembinaan generasi muda berjalan optimal,” kata Neni.
Pernyataan itu menjadi penekanan penting dalam Muscablub yang mengusung tema “Membangun Integritas, Disiplin, dan Tanggung Jawab untuk Pramuka Bontang”.
Forum tersebut dihadiri Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam, anggota DPRD Yassier Arafat, Ketua Kwarda Pramuka Kaltim Fachruddin Djafrie, Plt Ketua Kwarcab Bontang Abdul Kadir, hingga pengurus kwartir ranting se-Bontang.
Di tengah perkembangan era digital dan perubahan pola aktivitas remaja, kegiatan kepramukaan di sejumlah daerah memang menghadapi tantangan mempertahankan minat generasi muda.
Aktivitas luar ruang, pembinaan disiplin, hingga pendidikan kepemimpinan yang dulu identik dengan Pramuka mulai kalah bersaing dengan budaya digital dan hiburan berbasis gawai.
Situasi itu membuat pemerintah daerah mulai mendorong revitalisasi kegiatan Pramuka sebagai bagian dari pembinaan karakter pelajar. Di Bontang, momentum Muscablub disebut menjadi titik awal penyusunan arah baru organisasi, termasuk persiapan menghadapi agenda besar seperti Jambore Nasional 2026.
Dalam kesempatan itu, Neni juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran pengurus sebelumnya atas kontribusi dan prestasi yang diraih Gerakan Pramuka Kota Bontang. Ia berharap kepengurusan baru nantinya mampu membawa Pramuka Bontang kembali aktif dan kompetitif di tingkat Kaltim maupun nasional. [ADS]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami















