PEMERINTAH Kota Bontang memperketat penilaian keterbukaan informasi publik melalui visitasi terhadap 15 badan publik dalam Lomba Pemeringkatan Keterbukaan Informasi Publik PPID Pelaksana Tahun 2026. Kegiatan yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bontang itu berlangsung selama 5–7 Mei 2026.
Visitasi dilakukan terhadap perangkat daerah dan kelurahan yang sebelumnya lolos tahap Self Assessment Questionnaire (SAQ). Dari proses awal tersebut, terpilih 11 perangkat daerah dan empat kelurahan dengan nilai terbaik untuk diverifikasi langsung di lapangan.
Tidak hanya memeriksa kelengkapan administrasi, tim penilai juga mengecek implementasi layanan informasi publik di masing-masing badan publik. Mulai dari pengelolaan website, penyediaan data, pelayanan permohonan informasi, hingga dokumentasi kegiatan menjadi bagian yang dinilai secara langsung.
Suasana visitasi berlangsung dinamis. Setiap perangkat daerah memaparkan inovasi dan tata kelola informasi yang telah dijalankan. Di sisi lain, tim visitasi turut menguji konsistensi pelayanan informasi yang dinilai menjadi salah satu indikator penting dalam keterbukaan pemerintahan.
Kegiatan ini melibatkan jajaran Komisi Informasi Kalimantan Timur, yakni Hajaturamsyah, Muhammad Idris, dan Wesley Hutasoit. Kehadiran Komisi Informasi menjadi bagian dari upaya menjaga objektivitas dan akuntabilitas proses penilaian.
Kepala Diskominfo Kota Bontang, Andi Hasanuddin Akmal, mengatakan visitasi dilakukan agar proses pemeringkatan tidak hanya bertumpu pada laporan administrasi, tetapi juga kondisi riil di lapangan.
“Visitasi ini menjadi bagian penting untuk memastikan pelayanan informasi publik benar-benar berjalan dengan baik di setiap badan publik,” kata Andi.
Ia menyebut pelaksanaan visitasi tahun ini menunjukkan perkembangan positif. Salah satu indikatornya terlihat dari meningkatnya jumlah badan publik yang mengikuti tahapan visitasi dibandingkan tahun sebelumnya.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan rapat pleno tim penilai untuk menentukan badan publik terbaik dalam pemeringkatan keterbukaan informasi publik tahun ini. Hasil penilaian akan diumumkan pada malam penganugerahan PPID Kota Bontang.
Peningkatan jumlah peserta dan semakin ketatnya proses penilaian menunjukkan tumbuhnya kesadaran perangkat daerah terhadap pentingnya transparansi pelayanan publik. Di tengah meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap akses informasi yang cepat dan terbuka, langkah tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap Pemkot Bontang. [ADS/BTG]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami

















