PEMERINTAH Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) mulai memperluas dukungan terhadap pendidikan keagamaan dengan menyiapkan 1.000 beasiswa bagi siswa penghafal Al-Qur’an. Program itu disampaikan langsung Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman saat menghadiri Khatmul Quran dan Imtihan ke-14 SDIT Daarussalaam Sangatta, Sabtu (9/5/2026).
Di tengah persaingan pendidikan dan tuntutan kualitas sumber daya manusia, pemerintah daerah mulai menempatkan pendidikan berbasis karakter dan spiritual sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah.
Ardiansyah mengatakan program beasiswa tahfiz tersebut masuk dalam daftar 50 program unggulan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur. Program itu ditujukan untuk mendorong lahirnya generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki pondasi moral yang kuat.
“Program ini adalah bentuk komitmen pemerintah untuk mendukung lahirnya generasi Qurani. Kami ingin anak-anak Kutim tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual,” ujar Ardiansyah.
Ia menilai tantangan generasi muda saat ini tidak hanya berkaitan dengan pendidikan formal, tetapi juga perubahan sosial akibat perkembangan teknologi informasi yang berlangsung cepat.
Karena itu, pendidikan Alquran dinilai memiliki peran penting dalam membangun kedisiplinan, etika, dan karakter anak sejak usia dini. Pemerintah daerah, kata dia, ingin memastikan pembinaan tersebut mendapat dukungan yang berkelanjutan.
Program beasiswa tahfiz itu diumumkan di hadapan ratusan siswa dan orang tua yang menghadiri prosesi khataman Alquran. Sebanyak 227 siswa mengikuti kegiatan tersebut dalam kategori Tartil, Turjuman, dan Tahfizh Alquran.
Selain menyampaikan program beasiswa, Ardiansyah juga menyerahkan penghargaan kepada sejumlah siswa yang berhasil melanjutkan hafalan Alquran. Momen itu disambut antusias para peserta kegiatan. [RE]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami
















