PEMERINTAH Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) akan membuka pendaftaran Beasiswa Kutim Tuntas 2026 pada Mei mendatang. Program ini kembali menarik perhatian karena besaran bantuan yang mencapai hingga Rp10 juta per penerima.
Besaran nominal tersebut menjadi daya tarik utama di tengah meningkatnya biaya pendidikan. Pada 2025, mahasiswa jenjang S1 hingga S2 menerima bantuan sekitar Rp10 juta per orang melalui skema Beasiswa Kutim Tuntas.
Selain itu, Pemkab Kutim juga menyalurkan Beasiswa Stimulan bagi 848 mahasiswa dengan nominal Rp6 juta untuk S1 dan Rp10 juta untuk S2. Sementara untuk pelajar SMA, sebanyak 2.565 siswa menerima bantuan Rp2,5 juta per orang.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setkab Kutim, Norhadi, mengatakan tingginya nominal bantuan berbanding lurus dengan lonjakan jumlah pendaftar setiap tahun. Karena itu, proses seleksi diperketat, terutama untuk mencegah penerima ganda.
“Setiap tahun peminat terus meningkat. Kami lakukan sharing data agar tidak ada yang menerima lebih dari satu bantuan. Kalau ditemukan double, harus dipilih salah satu,” ujar Norhadi, Jumat (24/4).
Program ini tidak hanya menyasar mahasiswa yang kuliah di dalam daerah, tetapi juga yang menempuh pendidikan di luar Kutai Timur, selama memiliki KTP Kutim. Skema ini memperluas jangkauan penerima sekaligus menjaga keterikatan dengan daerah asal.
Di sisi teknis, pemerintah daerah masih melakukan penyempurnaan sistem pendaftaran yang terintegrasi dengan platform Kaltim Tuntas. Perbaikan difokuskan pada proses verifikasi agar penyaluran dana tepat sasaran dan minim kendala.
“Masyarakat diminta bersabar, link pendaftaran segera kami buka,” kata Norhadi.
Dengan nominal bantuan yang relatif besar dan cakupan penerima yang luas, Beasiswa Kutim Tuntas menjadi salah satu program strategis daerah dalam mendukung akses pendidikan sekaligus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kutai Timur. [RE/HAF]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

















