FASILITAS penampungan sampah di permukiman atas laut Malahing, Kelurahan Tanjung Laut Indah, roboh dan tenggelam ke laut, Kamis (23/4/2026) sekitar pukul 19.30 Wita. Peristiwa itu terjadi secara tiba-tiba dan memicu kepanikan warga sekitar.
Beberapa hari sebelum kejadian, warga mulai melihat tanda-tanda kerusakan pada bangunan. Saat hujan disertai angin kencang, struktur penampungan terlihat bergoyang. Kondisi ini diduga menjadi indikasi awal melemahnya konstruksi.
Pada Kamis petang, menjelang waktu magrib, kondisi bangunan disebut masih berdiri, meski dalam keadaan rentan. Tidak ada aktivitas mencurigakan yang terlihat sebelum kejadian.
Sekira pukul 19.30 Wita, bangunan tiba-tiba roboh. Dalam video yang beredar, struktur terlihat runtuh perlahan sebelum akhirnya tenggelam ke laut. Suara kerusakan dan pergerakan bangunan sontak menarik perhatian warga.
Warga yang berada di sekitar lokasi langsung bergegas mendatangi titik kejadian. Mereka berupaya menyelamatkan barang-barang yang masih bisa diambil dari reruntuhan sebelum hanyut terbawa air.
Dampak robohnya bangunan juga dirasakan oleh rumah di sekitarnya. Salah satu tiang rumah yang berada di dekat fasilitas tersebut dilaporkan ikut miring akibat imbas runtuhan.
Ketua RT 30 Tanjung Laut Indah, Nasir, menyebut faktor usia bangunan menjadi penyebab utama. Tiang penyangga dari kayu sudah lapuk dan berjamur, ditambah beban bangunan yang cukup berat dari material dinding semen.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, warga kini kehilangan fasilitas utama penampungan sampah yang selama ini digunakan sebelum diangkut oleh petugas Dinas Lingkungan Hidup ke darat dua kali dalam sebulan.
Pasca kejadian, warga menghadapi potensi penumpukan sampah di lingkungan permukiman. Ketua RT setempat menyatakan akan segera melaporkan insiden ini ke pihak kelurahan, dengan harapan adanya bantuan pembangunan kembali fasilitas tersebut. [RE]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami


















