SEJUMLAH ibu hamil di Bontang baru mengetahui dirinya terpapar HIV, hepatitis, atau sifilis saat menjalani pemeriksaan di puskesmas. Dari titik itulah, Pemerintah Kota Bontang kini mengandalkan strategi triple eliminasi untuk mencegah penularan penyakit dari ibu ke bayi sejak dini.
Program ini mewajibkan pemeriksaan tiga penyakit menular sekaligus bagi seluruh ibu hamil, yakni HIV, hepatitis, dan sifilis. Pemeriksaan dilakukan sejak layanan kesehatan dasar, sebagai langkah awal menutup celah penularan yang kerap tidak disadari.
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengatakan, pendekatan ini tidak hanya menyasar kesehatan ibu, tetapi juga keselamatan bayi yang dikandung serta tenaga medis saat proses persalinan.
“Semua ibu hamil kita periksa sejak dari puskesmas. Ada tiga yang dicek, yaitu HIV, hepatitis, dan sifilis. Ini penting untuk mencegah penularan sejak dini,” ujarnya.
Menurut Neni, tanpa deteksi dini, ketiga penyakit tersebut berisiko menular saat kehamilan maupun persalinan. Dalam sejumlah kasus, ibu hamil baru mengetahui status kesehatannya setelah dilakukan pemeriksaan, sehingga penanganan harus dilakukan cepat dan terukur.
Ketika hasil pemeriksaan menunjukkan positif, pasien langsung mendapat pendampingan. Penanganan juga diperketat saat persalinan untuk meminimalkan risiko penularan ke bayi maupun tenaga kesehatan.
“Ibu hamil yang terdeteksi positif langsung kita dampingi. Saat persalinan, mereka harus mendapat penanganan khusus,” katanya.
Selain itu, terapi antiretroviral (ARV) diberikan kepada penderita HIV guna menekan perkembangan virus. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah kondisi berkembang menjadi AIDS sekaligus menurunkan potensi penularan.
Di ruang persalinan, prosedur khusus juga diterapkan bagi pasien dengan kondisi tertentu. Kebijakan ini menjadi bagian dari perlindungan tenaga medis, yang berhadapan langsung dengan risiko paparan jika status kesehatan pasien tidak terdeteksi sejak awal.
Upaya triple eliminasi ini menjadi bagian dari strategi pencegahan jangka panjang di Bontang. Pemkot Bontang menargetkan tidak hanya menekan angka penularan penyakit menular, tetapi juga meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak serta menurunkan risiko kematian sejak masa kehamilan hingga persalinan. [RE/FR]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami
















