ANCAMAN kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menghantui wilayah Muara Wahau saat kemarau mendekat. Di tengah risiko itu, PT Subur Abadi Plantations (SAP) memperkuat sistem pencegahan dengan melibatkan warga, aparat, dan tim internal dalam apel siaga dan simulasi penanggulangan karhutla di Desa Karya Bhakti, Selasa (21/4/2026).
Bagi masyarakat sekitar, karhutla bukan sekadar isu tahunan. Asap yang mengganggu aktivitas hingga potensi kerugian ekonomi menjadi bayang-bayang yang terus diwaspadai. Karena itu, pendekatan pencegahan berbasis kolaborasi menjadi fokus utama dalam kegiatan tersebut.
Manajemen PT SAP, Sulton Saladin, menegaskan bahwa perusahaan tidak hanya mengandalkan respons saat kebakaran terjadi, tetapi menitikberatkan pada langkah preventif.
“Kami menegaskan komitmen untuk berperan aktif dan memberikan kontribusi nyata dalam menjaga kelestarian hutan melalui langkah preventif dan responsif,” ujarnya dia dalam keterangan resminya, Jumat (24/4/2026).
Komitmen itu diterjemahkan dalam sistem pencegahan yang terstruktur, mulai dari deteksi dini hingga respons cepat. Dalam simulasi, peserta dilatih mengenali potensi titik api, melakukan pelaporan cepat, hingga mengerahkan tim pemadaman secara terkoordinasi.
SAP juga memperkuat peran masyarakat melalui pembinaan Masyarakat Peduli Api (MPA). Warga dilibatkan dalam patroli terpadu serta diberikan edukasi pengelolaan lahan tanpa bakar, sebuah pendekatan yang dinilai lebih efektif menekan risiko karhutla di tingkat tapak.
Selain itu, perusahaan memastikan kesiapan sarana dan prasarana serta tim tanggap darurat kebakaran. Pelatihan rutin digelar untuk meningkatkan kapasitas personel agar mampu bertindak cepat saat kondisi darurat.
Kolaborasi lintas sektor turut menjadi kunci. SAP bekerja sama dengan pemerintah daerah, kepolisian, Manggala Agni, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) guna memastikan sistem pencegahan berjalan terpadu, terutama menjelang puncak musim kemarau.
Sementara itu, dalam apel siaga yang sama, Kapolres Kutai Timur AKBP Fauzan Arianto mengingatkan pentingnya pencegahan sejak awal. Ia menegaskan bahwa kesiapan semua pihak harus dibangun sebelum munculnya titik api. [ADS/HAF]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami















