SUASANA posyandu di Kelurahan Tanjung Laut, Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim) dipastikan bakal berubah total mulai pekan ini. Tidak ada lagi kesan kaku atau anak-anak yang menangis ketakutan saat melihat timbangan.
Lewat Operasi Timbang Serentak yang digelar mulai besok, 9–13 Juni 2026, kelurahan setempat punya cara unik untuk memikat hati warganya. Mereka menyulap posyandu menjadi tempat bermain yang ramah dan penuh kegembiraan bagi anak-anak.
Langkah ini diambil untuk mengubah cara pandang masyarakat. Kelurahan Tanjung Laut ingin menunjukkan bahwa datang ke posyandu bukan lagi sekadar kewajiban bulanan, melainkan sebuah pengalaman yang menyenangkan.
Sebanyak 10 posyandu di wilayah ini dibebaskan untuk berkreasi demi menarik minat warga. Berbagai fasilitas hiburan pun disiapkan, mulai dari pembagian balon karakter, bando lucu, hingga kehadiran odong-odong yang siap menghibur anak-anak.
Lurah Tanjung Laut, Andriani Kasim, mengungkapkan bahwa pendekatan humanis seperti ini sangat penting. Menurutnya, kenyamanan anak-anak adalah kunci utama untuk meningkatkan kehadiran orang tua di posyandu.
“Kalau anak-anak senang, orang tuanya juga ikut senang. Itu yang kami bangun. Posyandu harus jadi tempat yang ramah dan menyenangkan,” ujar Andriani kepada Pranala.co, Senin (8/6/2026).
Secara khusus, Posyandu Berseri 4 dipilih sebagai lokasi fokus (lokus) utama. Di titik ini, fasilitas pelayanan dipersiapkan secara lebih matang. Para ibu yang datang juga akan mendapatkan buah tangan tambahan berupa sabun.
Andriani meyakini sentuhan kecil yang menyentuh hati seperti ini jauh lebih efektif untuk membangun kedekatan emosional dengan warga.
“Tidak harus mahal, yang penting berkesan. Kami ingin ibu-ibu merasa dihargai, sehingga mereka mau rutin datang ke posyandu,” ucapnya menambahkan.
Di balik konsepnya yang ceria dan penuh hiburan, gerakan ini mengusung misi besar yang sangat krusial bagi masa depan anak-anak di Bontang. Pemeriksaan rutin ini menjadi garda terdepan untuk mendeteksi dini masalah gizi buruk, terutama stunting.
Pihak kelurahan tidak bergerak sendirian. Mereka menggandeng Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan (LKK) beserta seluruh jajaran pengurus RT untuk menyisir dan mengajak para ibu membawa balitanya.
Berdasarkan hasil sinkronisasi data terbaru, Kelurahan Tanjung Laut membidik target sasaran yang cukup besar dalam agenda kali ini.
“Sejauh ini target sasaran yang ditimbang sebanyak 763 balita,” kata Andriani.
Melalui perpaduan antara edukasi kesehatan dan suasana posyandu yang ceria, kesadaran masyarakat diharapkan bisa tumbuh secara natural. Masa depan generasi yang sehat harus dimulai dari langkah kecil yang konsisten.
“Intinya sederhana, kami ingin ibu dan anak datang ke posyandu dengan senang hati. Dari situ, kesehatan anak bisa kita jaga bersama,” tutur Andriani memungkasi pembicaraan. [FR]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami


















