PERJALANAN darat menuju Ibu Kota Nusantara (IKN) dari Balikpapan perlahan mulai berubah. Jika sebelumnya perjalanan bisa memakan waktu berjam-jam melewati jalur berliku dan antrean kendaraan, kini akses menuju kawasan inti IKN ditargetkan hanya sekitar satu jam melalui Jalan Tol IKN Seksi 3A-2 yang mulai difungsikan secara bertahap.
Ruas tol yang menjadi bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) itu telah dibuka secara fungsional sejak periode Natal dan Tahun Baru 2025/2026, lalu kembali digunakan saat arus mudik Lebaran 2026. Pemerintah menargetkan proyek rampung penuh pada akhir 2026 sebelum dioperasikan permanen pada Januari 2027.
Tol ini menghubungkan Jalan Tol Balikpapan–Samarinda dengan kawasan Penajam Paser Utara (PPU) dan IKN. Dengan panjang akses sekitar 70 kilometer, jalan tersebut diklaim mampu memangkas waktu perjalanan hingga 90 menit dibandingkan rute sebelumnya.
Percepatan konektivitas menuju IKN menjadi sorotan karena akses darat selama ini menjadi salah satu tantangan utama pembangunan ibu kota baru. Di lapangan, kendaraan menuju kawasan proyek masih harus melintasi jalan eksisting dengan kondisi medan naik turun, lalu lintas alat berat, hingga titik rawan saat hujan turun.
Di sisi lain, pembangunan ruas tol ini juga tidak berjalan mulus. Proyek yang dimulai sejak 21 Desember 2023 itu menghadapi tantangan berupa kondisi tanah labil jenis clay shale yang mudah bergerak serta curah hujan tinggi yang memengaruhi stabilitas lereng dan produktivitas pekerjaan.
Karena itu, konstruksi jalan menggunakan kombinasi struktur at-grade dan slab-on-pile yang disesuaikan dengan karakter tanah Kalimantan Timur. Sejumlah pekerjaan utama yang masih berlangsung antara lain penyelesaian ramp, erection steel box girder, perkerasan jalan, hingga perlindungan lereng di beberapa titik.
Proyek ini dikerjakan melalui kerja sama sejumlah BUMN konstruksi, yakni PT Hutama Karya (Persero); PT Adhi Karya (Persero) Tbk; PT Nindya Karya (Persero); dan PT Brantas Abipraya (Persero). Dalam pengerjaannya, proyek memanfaatkan teknologi seperti Building Information Modeling (BIM), LiDAR, hingga drone photogrammetry untuk memantau progres dan kondisi lapangan.
Sebanyak 527 tenaga kerja dilibatkan dalam pembangunan, termasuk sekitar 15 persen pekerja lokal Kalimantan Timur. Pelaksana Tugas Executive Vice President Sekretaris Hutama Karya Hamdani menyebut tahap fungsional ruas tol menjadi bagian penting dalam percepatan konektivitas menuju IKN.
“Fungsionalnya ruas ini menunjukkan kesiapan Hutama Karya dalam mengerjakan proyek strategis dengan kompleksitas tinggi, baik dari sisi teknis maupun kondisi geografis, serta mendukung percepatan konektivitas menuju IKN,” kata Hamdani dalam keterangan resmi, Rabu (6/5/2026).
Keberadaan tol ini diperkirakan akan menjadi salah satu penentu mobilitas menuju IKN dalam beberapa tahun ke depan, terutama saat aktivitas pemerintahan, logistik, dan perpindahan penduduk mulai meningkat di kawasan ibu kota baru. [RIL/DIAS]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami

















