UANG negara mengalir deras ke Kalimantan Timur (Kaltim). Hingga Mei 2026, tak kurang dari Rp15,02 triliun APBN telah dihabiskan di Bumi Etam. Ke mana larinya dana jumbo tersebut?
Jika Anda melihat alat berat berjejer dan beton-beton raksasa mulai membelah hutan Kaltim, di situlah sebagian besar uang itu bersarang. Pembangunan jalan bebas hambatan menuju Ibu Kota Nusantara (IKN) resmi menjadi penyedot anggaran terbesar tahun ini.
Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Kaltim, Tjahjo Purnomo, membeberkan detail angkanya. Dari total pagu Rp39,81 triliun yang disiapkan pusat, Kaltim sudah menghabiskan lebih dari sepertiganya hanya dalam tempo lima bulan.
“Realisasi sebesar ini setara dengan 37,74 persen dari pagu,” ujar Tjahjo di Samarinda, Senin. Sebuah laju belanja yang agresif, mencerminkan ambisi besar mengejar tenggat waktu megaproyek.
Dari belasan triliun yang sudah cair, Rp6,2 triliun berasal langsung dari pos Belanja Pemerintah Pusat. Hampir separuh dari angka itu—tepatnya Rp3,16 triliun—langsung berubah wujud menjadi aspal dan tiang pancang untuk memuluskan akses IKN.
Meski proyek fisik mendominasi, APBN rupanya tidak melulu soal beton dan baja. Ribuan abdi negara di Kaltim juga merasakan tetesannya lewat belanja pegawai yang menyentuh Rp2,03 triliun.
Geliat anggaran ini juga mengalir jauh hingga ke pelosok-pelosok kabupaten. Transfer ke daerah tercatat sudah tersalur Rp8,82 triliun.
Namun, ada yang menarik dari catatan buku kas negara tahun ini. Saat alokasi Dana Desa dan anggaran pendidikan naik drastis, jatah Dana Bagi Hasil (DBH) Kaltim justru susut. DBH tahun ini tercatat baru terealisasi Rp2,44 triliun, turun dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Di balik deru mesin proyek raksasa, nadi ekonomi warga menengah ke bawah rupanya masih dijaga. Ribuan pedagang bakso, pemilik warung kelontong, hingga petani sawit di Kaltim ikut memutar roda bisnisnya lewat suntikan modal dari pemerintah.
Tercatat ada 23.902 warga Kaltim yang memutar usahanya dengan kucuran Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai total Rp2,05 triliun. Ditambah lagi, dana Rp28,67 miliar yang khusus disebar untuk 4.323 pelaku usaha super mikro. [RIL]
Nikmati berita dan informasi terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami















