ANGIN malam Balikpapan berhembus dingin, tapi suasana di salah satu sudut Pasar Sepinggan mendadak mendidih. Tiga pria, aroma alkohol yang menyengat, dan kilatan badik mengakhiri segalanya, Kamis (25/6/2026) dini hari.
Seorang penjaga malam berinisial AS (48) tewas meregang nyawa. Ia terkapar setelah terlibat duel mematikan dengan F (34), rekannya sesama mantan penjaga pasar. Niat membela kawan justru berujung pada hilangnya nyawa.
Malam itu bermula dari tongkrongan yang lazim terjadi di sudut pasar. Rabu (24/6/2026) menjelang tengah malam, beberapa pria—termasuk rekan korban berinisial R dan IS—tengah menenggak minuman keras di sebuah kios.
Entah sekadar iseng atau akal sehat yang sudah tergerus alkohol, R tiba-tiba melempar serbuk ke wajah F. Cekcok mulut meledak seketika. Rekan-rekan yang ada di lokasi langsung turun tangan, memadamkan amarah keduanya yang nyaris saling pukul.
Situasi sempat mereda. Namun, R rupanya masih menyimpan bara emosi. Ia pulang dan mengadu kepada AS, sang penjaga malam senior. Mendengar kawannya diusik, AS terpancing. Menggenggam erat badik di tangan, keduanya bergegas mendatangi F.
Tiba di lokasi, tidak ada lagi ruang untuk bicara. R dan AS langsung mengayunkan senjata tajam ke arah F. Merasa terdesak dan nyawanya terancam, F mencabut badiknya sendiri. Duel berdarah pun pecah di tengah pasar yang perlahan terlelap.
“Badik milik F mengenai kepala dan tangan kanan AS. Sebaliknya, badik AS juga merobek perut kiri, bahu, dan tangan F,” beber Kapolsek Balikpapan Selatan, Kompol Abu Sangit, Senin (29/6/2026).
Seorang saksi mata berinisial AR yang kebetulan berada di lokasi, hanya bisa terpaku pucat. Niatnya melerai urung seketika saat melihat tiga pria itu saling serang dengan senjata tajam.
Melihat AS akhirnya tumbang bersimbah darah, AR memberanikan diri mendekat. Ia menaikkan tubuh korban ke atas sepeda motor, membelah sunyinya malam menuju Puskesmas Sepinggan. Sayang, luka parah yang diderita membuat nyawa AS tidak tertolong.
Tim gabungan dari Polsek Balikpapan Selatan yang tiba tak lama berselang langsung mengamankan barang bukti: sebilah badik tanpa gagang dan satu pisau lipat yang menjadi saksi bisu tragedi tersebut.
Lebih dari sekadar insiden lemparan serbuk, polisi mengendus motif yang lebih dalam. Pertumpahan darah ini adalah puncak dari gunung es dendam masa lalu.
Pelaku F ternyata bukan orang asing di lingkungan itu. Ia adalah mantan penjaga malam Pasar Sepinggan yang telah lama dipecat. Catatan masa lalunya kelam; kerap memicu keributan dan menakut-nakuti pedagang untuk memalak sejumlah uang. Pertemuan malam itu bak memantik bensin yang memang sudah lama dibiarkan tumpah.
Kini, pertikaian itu hanya menyisakan duka dan perih. AS pulang tinggal nama, sementara F terbaring lemah di RSUD Dr. Kanujoso Djatiwibowo, menanti proses hukum yang akan menjerat kebebasannya. [RUL]
Nikmati berita dan informasi terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami














