KEBIJAKAN Work from Home (WFH) yang diterapkan setiap Jumat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda kini bukan lagi sekadar eksperimen pola kerja baru. Memasuki bulan kedua, sistem berbasis digital yang dibangun Pemkot mulai menunjukkan taringnya.
Tak perlu lagi ada tumpukan laporan manual yang melelahkan. Kini, seluruh data kepatuhan ASN, efisiensi energi, hingga penghematan anggaran tersaji secara real-time di layar dashboard.
Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Samarinda, Suparmin, mengakui bahwa masa awal implementasi memang penuh dengan dinamika. Adaptasi teknis menjadi menu harian di meja rapat sepanjang bulan pertama.
Namun, drama perbaikan sistem itu kini sudah berakhir. “Sebulan pertama kami masih sering rapat internal untuk perbaikan. Tapi, hampir dua minggu ini sudah tidak ada lagi keluhan berarti,” ujar Suparmin kepada media, Senin (29/6/2026).
Sistem yang terintegrasi ini memaksa transparansi. Jika sebelumnya kepatuhan hanyalah formalitas, kini setiap langkah ASN tervalidasi melalui aplikasi e-logbook.
Data mingguan menunjukkan grafik yang impresif. Dari 848 ASN, sebanyak 791 pegawai atau setara 93 persen terpantau disiplin menjalankan tugas dari rumah. Angka ini melonjak tajam dibanding awal penerapan yang sempat berada di kisaran 60 hingga 70 persen.
“Yang tidak WFH pun bukan karena melanggar, tapi memang ada penugasan khusus di lapangan,” tegasnya.
Dampak kebijakan ini tak hanya terasa di internal birokrasi, tetapi juga menyentuh aspek lingkungan. Dengan absennya 850 ASN di jalanan setiap Jumat, terjadi penghematan konsumsi BBM lebih dari 1.000 liter.
Tak main-main, pengurangan penggunaan bahan bakar ini dikonversi menjadi penurunan emisi hingga 4 ribu kilogram karbon. Di sisi lain, anggaran operasional kantor ikut “bernapas lega”.
Sistem secara otomatis menghitung penurunan biaya listrik tiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Tercatat, penghematan listrik mencapai Rp24 juta, sementara penggunaan air turun hingga 39 kubik.
“Penghematan biaya transportasi ASN saja mencapai Rp18 juta per hari pelaksanaan WFH,” tambah Suparmin. [RE]
Nikmati berita dan informasi terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami















