KEBIJAKAN pemangkasan anggaran daerah oleh pemerintah pusat memaksa pemerintah daerah memutar otak. Alih-alih memotong program esensial, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) memilih memperbanyak hari kerja dari mana saja atau Work From Anywhere (WFA) bagi para ASN-nya.
Siasat ini rencananya bakal diterapkan pada semester kedua tahun 2026. Langkah ini diambil demi menekan biaya operasional kantor yang kian mencekik, tanpa harus mengorbankan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni, mengungkapkan bahwa rencana ini sedang dimatangkan. Pihaknya terus mengevaluasi kesiapan sistem agar instruksi dari Gubernur bisa berjalan mulus.
“Memang kita akan melakukan penyesuaian ya, semester depan. Nanti kita lihat ya, kemarin Pak Gub sudah beri arahan, kita sedang evaluasi,” ujar Sri Wahyuni, Senin (15/6/2026).
Rencana menambah hari WFA ini bukan tanpa dasar. Sepanjang semester pertama tahun ini, Pemprov Kaltim sebenarnya sudah menguji coba kebijakan WFA satu kali dalam sepekan. Hasilnya ternyata di luar dugaan.
Sistem kerja jarak jauh ini terbukti ampuh memangkas pengeluaran rutin yang biasanya membebani APBD. Ketika gedung kantor sepi, tagihan utilitas otomatis merosot tajam.
Sri Wahyuni membeberkan, pos pengeluaran logistik harian menjadi yang paling banyak dipangkas. Negara tidak perlu lagi mengeluarkan biaya ekstra untuk fasilitas harian di meja kerja.
“Kita sudah dapatkan efisiensi ketika melakukan work from anywhere. Kita tetap standby bekerja, tapi kantor dengan biaya operasionalnya itu menjadi berkurang,” jelasnya.
“BBM juga berkurang, enggak ada makan minum karena semuanya via Zoom,” tambah Sri.
Muncul kekhawatiran dari masyarakat bahwa kantor yang sepi akan membuat urusan birokrasi melambat. Namun, Pemprov Kaltim menjamin ketakutan itu tidak akan terjadi.
Jika frekuensi WFA ditingkatkan, fokus utama pemerintah adalah memperkuat sistem pelayanan berbasis digital. Urusan administrasi warga akan digeser penuh ke ruang siber.
Keputusan final mengenai berapa hari dalam seminggu ASN Kaltim boleh bekerja dari rumah baru akan diketuk Juli mendatang. Pemerintah masih menunggu hasil evaluasi total di akhir semester pertama.
“Mungkin nanti ke depan akan ada peningkatan, tapi tidak mengurangi layanan, tapi sistem online-nya yang diperbanyak. Kita evaluasi dulu yang semester satu ini, nanti semester dua kan Juli, nanti kita lihat,” tutup Sri Wahyuni. [TIA]
Nikmati berita dan informasi terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami

















