UPAYA memberantas peredaran narkotika di Kutai Timur (Kutim)kembali membuahkan hasil. Seorang pria diamankan aparat Polsek Sangkulirang setelah diduga terlibat dalam peredaran sabu di kawasan Dermaga Tungkap, Desa Saka, Kecamatan Sangkulirang.
Pria tersebut bahkan sempat berusaha menghilangkan barang bukti saat petugas mendekatinya. Namun upaya itu gagal. Paket yang dibuang ke perairan muara berhasil ditemukan dan diamankan.
Kapolsek Sangkulirang menjelaskan, pengungkapan kasus ini berawal dari laporan masyarakat. Informasi yang diterima polisi menyebut kawasan Dermaga Tungkap, RT 004 Desa Saka, kerap digunakan sebagai lokasi transaksi narkotika jenis sabu.
Laporan itu langsung ditindaklanjuti. Tim Opsnal Polsek Sangkulirang yang dipimpin Kanit Reskrim IPDA Muhammad Ade Maulana, bergerak melakukan penyelidikan di lapangan.
Pada Sabtu, 13 Juni 2026, sekira pukul 16.29 Wita, petugas menemukan seorang pria dengan gerak-gerik mencurigakan di sekitar dermaga.
Saat hendak diperiksa, pria berinisial F.P. alias F diduga panik. Ia kemudian melempar sebuah bungkusan ke arah perairan muara dengan harapan barang tersebut tidak ditemukan petugas.
Namun aksi itu terlihat jelas oleh polisi.
Petugas segera mengamankan F.P. dan meminta bantuan warga setempat untuk mengambil bungkusan yang terlanjur dibuang ke perairan menggunakan perahu.
Kerja sama antara polisi dan masyarakat itu membuahkan hasil. Bungkusan berhasil ditemukan dan dibawa kembali ke daratan untuk diperiksa.
Saat dibuka di hadapan saksi dari masyarakat, bungkusan tersebut berisi 15 paket yang diduga narkotika jenis sabu.
Dari hasil penimbangan, total berat bruto barang bukti mencapai 3,03 gram termasuk plastik pembungkusnya.
Selain paket sabu, polisi juga menyita sejumlah barang lain yang diduga berkaitan dengan aktivitas peredaran narkotika. Barang bukti tersebut antara lain satu plastik hitam, satu plastik klip berukuran besar, satu lembar kertas merek Sidu, serta satu unit telepon genggam.
Kasus ini kini masih dalam penanganan Polsek Sangkulirang untuk pengembangan lebih lanjut. Polisi juga terus mendalami kemungkinan adanya jaringan lain yang terlibat dalam peredaran narkotika di wilayah tersebut. [RIL]
Nikmati berita dan informasi terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami
















