WAJAH Alun-Alun Citra Mas di Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel) bakal tampil berbeda dalam beberapa bulan ke depan. Ruang publik yang selama ini menjadi salah satu titik aktivitas warga itu kini tengah direvitalisasi menjelang pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Korpri Nasional 2026.
Tak tanggung-tanggung, Pemkab Pangkep menggelontorkan anggaran lebih dari Rp1,59 miliar untuk membenahi kawasan tersebut. Targetnya, menyambut ribuan peserta dan tamu dari berbagai daerah di Indonesia yang akan hadir pada ajang nasional tersebut Agustus mendatang.
Revitalisasi dilakukan di Alun-Alun Citra Mas yang berada di Kelurahan Padoang-Doangan, Kecamatan Pangkajene. Proyek ini bersumber dari APBD 2026 dengan nilai pagu anggaran Rp1,592 miliar dan dikerjakan CV Dama Utama Nuansa.
Surat Perintah Kerja (SPK) diterbitkan 3 Juni 2026 dengan masa pelaksanaan selama 130 hari kalender.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Pangkep, Irwan, mengatakan pembenahan alun-alun bukan hanya mempercantik tampilan kota. Penataan kawasan itu menjadi bagian dari persiapan daerah sebagai tuan rumah MTQ Korpri Tingkat Nasional bersama Kota Makassar.
“Ini adalah kegiatan yang memang dialokasikan untuk mendukung pelaksanaan MTQ Korpri Tingkat Nasional. Karena kegiatan ini berskala nasional dan akan dihadiri peserta dari seluruh Indonesia, tentu kita ingin memberikan kesan terbaik bagi para tamu yang datang ke Pangkep,” kata Irwan.
Sejumlah titik yang selama ini menjadi keluhan masyarakat masuk dalam daftar pekerjaan revitalisasi.
Area lapangan yang sebelumnya hanya di-paving sebagian dan banyak mengalami kerusakan akan dipasang paving block secara menyeluruh. Langkah ini diharapkan membuat kawasan lebih nyaman digunakan untuk berbagai kegiatan masyarakat.
Persoalan genangan air yang kerap muncul saat hujan juga menjadi perhatian. Pemerintah membangun sistem drainase baru di dalam kawasan alun-alun agar air tidak lagi menghambat aktivitas warga maupun pelaksanaan acara berskala besar.
Tak hanya itu, tribun penonton akan dibersihkan dan dicat ulang sehingga tampil lebih representatif. Fasilitas WC umum juga dibangun di bagian belakang tribun, termasuk penataan area belakang yang selama ini belum tertata secara optimal.
Menurut Irwan, seluruh pekerjaan tersebut diarahkan untuk menghadirkan ruang publik yang lebih nyaman, tertata, dan mampu mendukung berbagai kegiatan masyarakat di masa mendatang.
Di tengah proses revitalisasi, muncul pertanyaan dari sebagian masyarakat terkait keberlanjutan proyek-proyek prioritas lain yang berada di bawah Dinas PUTR Pangkep.
Menjawab kekhawatiran tersebut, Irwan memastikan proyek penataan Alun-Alun Citra Mas tidak akan mengganggu pelaksanaan 12 proyek prioritas yang telah direncanakan pemerintah daerah.
“Perlu dipahami bahwa anggaran penataan alun-alun ini berbeda dengan anggaran proyek prioritas lainnya. Jadi sama sekali tidak mengganggu pelaksanaan 12 proyek prioritas PUTR. Bahkan sebagian besar sudah berkontrak dan beberapa sudah berjalan di lapangan,” tegasnya.
Ia menjelaskan, sejumlah pekerjaan konstruksi sempat mengalami penyesuaian jadwal akibat kenaikan harga BBM yang berdampak terhadap harga material bangunan. Kondisi tersebut membuat pemerintah harus melakukan koreksi ulang terhadap Harga Perkiraan Sendiri (HPS) agar proses pengadaan tetap sesuai aturan.
Proyek ini juga dipandang sebagai investasi jangka panjang bagi masyarakat. Setelah perhelatan nasional berakhir, warga tetap akan menikmati ruang publik yang lebih rapi, nyaman, bebas genangan, dan layak menjadi pusat aktivitas sosial maupun kegiatan budaya. [IR]
Nikmati berita dan informasi terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami
















