MUSYAWARAH Daerah (Musda) VI Partai Demokrat Kalimantan Timur menjadi panggung lahirnya kepemimpinan baru di tubuh partai berlambang mercy tersebut. Bambang Soepriyadi resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Kaltim untuk periode 2026-2031.
Keputusan itu ditetapkan dalam Musda VI yang digelar di Hotel Mercure Samarinda, Jumat (12/6) malam. Dukungan penuh dari peserta musda mengantarkan Bambang memimpin Demokrat Kaltim selama lima tahun ke depan.
Momentum tersebut turut mendapat perhatian langsung dari Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono. Meski mengikuti kegiatan secara daring, AHY menyampaikan pesan tegas kepada seluruh kader agar menjaga kekompakan partai menghadapi dinamika politik yang semakin kompetitif.
Menurut AHY, soliditas merupakan modal utama bagi Demokrat untuk terus tumbuh dan meraih hasil lebih baik pada kontestasi mendatang.
“Organisasi kita solid, bersatu, kokoh. Bukan berarti semua harus sama dalam pemikiran, tetapi mari kita terus mencari kesamaan tujuan. Ini rumah besar kita, dan negara kita harus dirawat dengan hati serta pikiran yang jernih,” ujar AHY.
Ia juga meminta seluruh kader mengesampingkan kepentingan kelompok dan lebih fokus pada tujuan bersama, yakni membesarkan partai hingga ke tingkat akar rumput.
Pesan serupa disampaikan Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron, yang hadir langsung dalam forum tersebut.
Menurut Herman, Musda VI bukan sekadar agenda organisasi lima tahunan. Lebih dari itu, forum ini menjadi ruang untuk memperkuat kembali silaturahmi, solidaritas, dan konsolidasi kader di seluruh Kalimantan Timur.
Ia menegaskan hasil Musda yang mengusulkan satu nama calon ketua akan diproses sesuai mekanisme AD/ART partai sebelum ditetapkan secara resmi oleh Ketua Umum Demokrat.
Herman juga menegaskan Demokrat ingin terus membuka diri bagi tokoh-tokoh masyarakat yang memiliki visi sejalan dengan partai.
“Sebagai partai yang inklusif dan modern, kami membuka pintu selebar-lebarnya bagi tokoh masyarakat yang ingin bergabung, sepanjang memiliki loyalitas dan patuh pada aturan organisasi,” katanya.
Bendahara Umum DPP Partai Demokrat, Irwan Fecho, menilai terpilihnya Bambang memiliki makna tersendiri karena bertepatan dengan momentum 25 tahun berdirinya Partai Demokrat.
Ia menyebut Bambang bukan sosok baru di internal partai. Selama tujuh tahun terakhir, Bambang aktif mengemban berbagai amanah, mulai dari Wakil Ketua hingga Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Demokrat Kaltim.
“Beliau bukan kader kaleng-kaleng. Saya meyakini di bawah kepemimpinan Mas Bambang, sisi manajerial partai akan jauh lebih detail, bagus, dan kepemimpinannya semakin mengakar untuk memperjuangkan kesejahteraan masyarakat Kaltim,” ujar Irwan.
Menurutnya, Demokrat Kaltim juga harus segera melakukan evaluasi dan pembenahan strategi politik, termasuk dalam proses rekrutmen calon legislatif, untuk menghadapi Pemilu 2029.
Usai ditetapkan sebagai ketua terpilih, Bambang Soepriyadi mengaku bersyukur sekaligus merasa lega atas amanah yang diberikan kepadanya.
Ia menegaskan tidak ingin berlama-lama menikmati euforia kemenangan. Fokus utamanya adalah memperkuat organisasi dan mempersiapkan Demokrat menghadapi agenda politik mendatang.
“Ini adalah amanah yang harus saya laksanakan. Tugas kita sekarang bagaimana membuat Demokrat Kaltim menjadi lebih baik lagi, memajukan daerah, dan memenangkan kontestasi Pemilu 2029,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Bambang juga meluruskan anggapan sebagian masyarakat yang mengira dirinya bukan putra daerah karena sebelumnya menjabat sebagai Plt Ketua DPD yang mendapat mandat dari pusat.
Padahal, Bambang menegaskan dirinya lahir di Balikpapan, menempuh pendidikan di Kalimantan Timur, serta pernah mengabdikan diri sebagai aparatur sipil negara di Kabupaten Kutai Timur hingga 2018.
“Mungkin karena status Plt ketua itu biasanya dijabat orang pusat, sehingga ada anggapan saya bukan orang Kaltim,” ujarnya. [DIAS]
Nikmati berita dan informasi terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami
















