WARGA Kecamatan Kaubun, Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur (Kaltim) dikejutkan dengan kemunculan seekor orangutan di area kebun dan pekarangan rumah penduduk, Jumat (12/6/2026). Kehadiran satwa dilindungi itu sempat menjadi perhatian karena berada sangat dekat dengan aktivitas warga.
Beruntung, laporan masyarakat langsung mendapat respons cepat dari Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur. Bersama mitra penyelamat satwa COP Animal Rescue, petugas turun ke lokasi dan berhasil mengevakuasi orangutan tersebut dengan aman.
Kemunculan orangutan di kawasan permukiman bukan hanya soal satwa yang tersesat. Situasi seperti ini juga berpotensi memicu konflik antara manusia dan satwa liar apabila tidak segera ditangani.
Salah seorang warga, Muhammad Nuran, mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan petugas setelah menerima laporan dari masyarakat.
“Alhamdulillah laporan kami langsung ditanggapi dan ditindak oleh BKSDA terkait adanya orangutan di lingkungan pekarangan warga,” ujarnya.
Nuran mengingatkan masyarakat agar tidak mengambil tindakan yang dapat membahayakan satwa tersebut, meski keberadaannya terkadang merusak tanaman milik warga.
Menurutnya, langkah terbaik adalah segera melapor kepada pihak berwenang agar penanganan dilakukan oleh petugas yang memiliki kompetensi.
“Bagi warga yang tanamannya dirusak orangutan mohon untuk dilaporkan. Jangan disakiti atau dibunuh agar bisa dievakuasi oleh pihak yang kompeten,” katanya.
Pesan itu menjadi penting mengingat orangutan merupakan satwa yang dilindungi dan memiliki peran besar dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan Kalimantan.
Proses evakuasi yang berlangsung bersama tim BKSDA dan COP Animal Rescue berhasil mengamankan satu ekor orangutan dari area kebun warga.
Namun pekerjaan petugas belum selesai. Tim menduga masih ada orangutan lain yang berada di sekitar lokasi.
“Alhamdulillah misi menyelamatkan orangutan di pekarangan warga berhasil kita amankan bersama tim BKSDA dan mitra COP Animal Rescue. Sementara baru satu karena cuaca, besok akan dilanjutkan kembali pencarian dan penanganan,” ujar Nuran.
Faktor cuaca menjadi salah satu kendala dalam proses pencarian lanjutan. Karena itu, tim memutuskan melanjutkan pemantauan dan penyisiran pada hari berikutnya.
Hingga Jumat malam, tim BKSDA Kaltim masih berada di kawasan tersebut untuk melakukan pemantauan.
Langkah ini dilakukan guna memastikan tidak ada lagi orangutan yang berkeliaran di sekitar permukiman dan berpotensi menimbulkan konflik dengan warga. [HAF]
Nikmati berita dan informasi terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami















