KENAIKAN harga Bahan Bakar Minyak (BBM) selalu menjadi momok yang menakutkan bagi isi dompet masyarakat. Sadar akan potensi gejolak ekonomi yang bisa memukul daya beli warga, Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Pemkab Kubar) langsung bergerak cepat pasang badan.
Bupati Kubar, Frederick Edwin, mengumpulkan seluruh jajaran kepala dinas dalam Rapat Koordinasi darurat di Sekretariat Daerah Kubar, Jumat, 12 Juni 2026. Pertemuan ini merupakan langkah taktis untuk meredam efek domino kenaikan BBM di bumi Tanaa Purai Ngeriman.
“Kita harus memastikan pergerakan harga kebutuhan pokok tetap terkendali dan distribusi logistik tidak terganggu,” tegas jalannya arah koordinasi yang dipimpin langsung Bupati Edwin bersama Wakil Bupati Nanang Adriani.
Salah satu poin krusial yang diputuskan dalam rapat ini adalah pengetatan jalur distribusi energi. Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kubar diperintahkan untuk segera menerjunkan personel ke lapangan.
Petugas akan ditempatkan secara khusus di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan Agen Penyalur Minyak dan Solar (APMS). Langkah ini diambil untuk mengantisipasi adanya aksi borong ilegal atau penimbunan yang bisa memicu kelangkaan BBM di tingkat pengecer.
Jika BBM langka, ongkos angkut barang otomatis melambung, dan masyarakat kecil yang paling pertama jadi korban.
Selain mengunci pergerakan di pom bensin, lini hilir seperti pasar tradisional juga menjadi perhatian utama. Laporan dari berbagai sektor, mulai dari pertanian, perikanan, hingga ketahanan pangan, langsung dibedah dalam forum tersebut.
Pemkab Kubar tidak ingin kenaikan BBM ini dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk memainkan harga sembako. Pengawasan rantai pasok dari luar daerah akan diperketat agar distribusi barang dan jasa tetap berjalan normal.
Langkah responsif ini diharapkan mampu menjaga stabilitas ekonomi daerah, sekaligus memastikan dapur warga Kubar tetap bisa mengepul di tengah hantaman badai kenaikan harga. [RIL]
Nikmati berita dan informasi terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami















