KENAIKAN harga bahan bakar minyak (BBM) mulai memantik gelombang penolakan di daerah. Di Balikpapan, mahasiswa bersama elemen masyarakat sipil bersiap turun ke jalan, Senin, 15 Juni 2026.
Isu BBM menjadi sorotan utama. Bukan semata soal harga di SPBU, melainkan dampak berantai yang dikhawatirkan ikut menekan kehidupan masyarakat sehari-hari.
Koordinator Lapangan Aliansi Balikpapan Bergerak, Wisnu Nugroho, mengatakan persoalan BBM dipilih sebagai agenda utama karena menyentuh hampir seluruh lapisan masyarakat.
“Nanti pada tanggal 15 Juni itu kami akan melaksanakan aksi demonstrasi. Grand issue yang paling besar adalah BBM,” kata Wisnu, Jumat (12/6/2026).
Menurutnya, kenaikan harga BBM hampir selalu diikuti kenaikan biaya hidup. Mulai dari tarif transportasi hingga harga kebutuhan pokok yang menjadi konsumsi harian masyarakat.
“Kalau bicara BBM, mungkin kita semua tahu ya, ini kan kemaslahatan umat. Semua orang membutuhkan bahan bakar,” ujarnya.
Kekhawatiran itu muncul karena BBM menjadi salah satu komponen penting yang memengaruhi biaya distribusi barang. Ketika ongkos distribusi meningkat, harga berbagai kebutuhan berpotensi ikut terdorong naik.
“Seperti bahan pokok dan bahan makanan. Harga transportasi juga ikut naik,” lanjut Wisnu.
Aksi yang akan digelar Aliansi Balikpapan Bergerak tidak hanya membawa isu kenaikan harga BBM.
Sejumlah persoalan nasional dan daerah juga masuk dalam daftar tuntutan. Di antaranya terkait Undang-Undang TNI dan Polri serta berbagai isu yang dinilai berdampak terhadap ruang demokrasi dan kehidupan masyarakat sipil.
Aliansi tersebut juga menyoroti fenomena personel TNI maupun Polri yang menduduki jabatan sipil.
Menurut Wisnu, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian karena berpotensi mempersempit ruang partisipasi masyarakat sipil dalam sejumlah sektor.
“Analisis saya, pendapat pribadi saya, ini merupakan bentuk pelebaran kekuasaan. Jadi tidak ada ruang gerak yang cukup bagi masyarakat sipil itu sendiri,” katanya.
Menjelang hari pelaksanaan, konsolidasi terus dilakukan. Aliansi Balikpapan Bergerak mengaku telah mempersiapkan berbagai kebutuhan teknis, termasuk dukungan pendampingan hukum bagi peserta aksi.
“Insyaallah, untuk aksi ini kami juga memiliki lembaga bantuan hukum,” ujar Wisnu.
Ia menegaskan seluruh persiapan dilakukan secara matang untuk mengantisipasi berbagai situasi yang mungkin terjadi selama demonstrasi berlangsung.
“Kami juga memikirkan secara matang bagaimana nanti pelaksanaan di lapangan, bagaimana persiapan kami di jalan, semuanya sudah dipertimbangkan dengan matang,” ucapnya.
Hingga Jumat malam, proses konsolidasi masih berjalan. Pertemuan lanjutan dijadwalkan guna memastikan seluruh kebutuhan aksi telah siap sebelum massa turun ke jalan.
Berdasarkan rencana yang disusun panitia, aksi akan diawali dengan long march dari Simpang Tiga BC menuju Kantor DPRD Kota Balikpapan dan Kantor Pemerintah Kota Balikpapan.
Massa yang terlibat diperkirakan mencapai ratusan orang. Mereka berasal dari sekira 10 hingga 15 organisasi yang tergabung dalam Aliansi Balikpapan Bergerak. [RUL]
Nikmati berita dan informasi terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami

















