SEBUAH dapur besar tengah dibangun di lingkungan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Samarinda. Dari tempat inilah ribuan porsi makanan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan diproduksi.
Namun yang menarik, dapur tersebut juga menjadi pintu harapan baru bagi sejumlah warga binaan yang tengah menjalani masa pidana.
Pembangunan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) saat ini telah mencapai sekira 70 persen. Rutan menargetkan seluruh pekerjaan fisik rampung pada akhir Juli 2026, sehingga operasional perdana dapat dimulai pada Agustus mendatang.
Kepala Rutan Kelas I Samarinda, Rachmad Tri Raharjo, mengatakan fasilitas itu nantinya akan melibatkan sekira 20 warga binaan dari total 1.264 penghuni rutan.
Kesempatan bekerja di dapur MBG tidak diberikan kepada semua warga binaan.
Rachmad menegaskan pihaknya menerapkan proses seleksi yang ketat melalui asesmen dan sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP). Langkah ini dilakukan untuk memastikan keamanan sekaligus menjaga kualitas layanan yang akan diberikan.
“Yang terlibat harus melalui serangkaian asesmen dan sidang TPP. Ini bukan hak istimewa yang otomatis diberikan kepada semua warga binaan, tetapi bentuk tanggung jawab yang dipercayakan kepada mereka yang memenuhi syarat,” ujarnya.
Warga binaan yang lolos seleksi nantinya tidak bertugas sebagai juru masak utama. Mereka akan mendukung operasional dapur melalui berbagai pekerjaan teknis.
Mulai dari menjaga kebersihan peralatan, memilah bahan pangan, hingga membantu tenaga profesional dalam proses produksi makanan setiap hari.
Untuk menjaga kualitas gizi dan standar pelayanan, posisi-posisi penting tetap diisi tenaga profesional dari pihak yayasan pengelola.
Jabatan seperti kepala SPPG, ahli gizi, hingga petugas distribusi makanan tidak melibatkan warga binaan.
“Untuk posisi-posisi krusial seperti kepala SPPG, ahli gizi sampai petugas distribusi makanan, semuanya ditangani tenaga ahli yang ditunjuk yayasan,” kata Rachmad.
Mengenai distribusi makanan yang diproduksi dapur tersebut, Rutan tidak memiliki kewenangan menentukan sasaran penerima manfaat.
Menurut Rachmad, hal itu sepenuhnya menjadi ranah yayasan mitra yang menjalankan program.
“Kami hanya berkolaborasi dalam penyediaan tenaga kerja binaan. Ini bukan unit bisnis milik Rutan,” tegasnya.
Keterlibatan Rutan Samarinda dalam proyek ini bukan berasal dari usulan internal. Rachmad menjelaskan pihaknya mendapat penugasan langsung dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan untuk mendukung pelaksanaan program MBG.
Penugasan tersebut kemudian diterjemahkan menjadi peluang pembinaan keterampilan bagi warga binaan.
“Kami melihat ini sebagai kesempatan memberikan bekal kemampuan kerja yang dapat berguna setelah mereka kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Selain memperoleh pengalaman kerja, warga binaan yang terlibat juga akan menerima premi kerja. Namun dana itu tidak diberikan secara tunai.
Premi akan disimpan dalam rekening tabungan khusus yang dapat dimanfaatkan setelah masa pidana berakhir.
“Premi kerja tersebut kami tabungkan. Harapannya, saat mereka bebas nanti sudah memiliki modal awal untuk memulai kehidupan baru,” tutur Rachmad.
Harapan yang dibangun lewat dapur ini tidak berhenti pada pengalaman kerja semata.
Pihak yayasan bahkan membuka peluang bagi warga binaan yang menunjukkan kinerja baik untuk direkrut menjadi tenaga profesional setelah bebas.
Bagi sebagian orang, kesempatan itu mungkin terlihat sederhana. Namun bagi mereka yang sedang menjalani hukuman, peluang untuk memperoleh pekerjaan yang layak sering kali menjadi langkah pertama menuju kehidupan yang lebih baik.
Rutan juga memastikan seluruh operasional dapur memenuhi standar kesehatan dan sanitasi yang berlaku.
Berbagai fasilitas pendukung, termasuk instalasi pengolahan air limbah (IPAL), telah disiapkan sebagai bagian dari persyaratan operasional.
Selain itu, seluruh warga binaan yang terlibat wajib menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum bekerja.
“Standar operasional dapur cukup ketat. Mulai dari sanitasi, IPAL hingga kesehatan pekerja harus memenuhi ketentuan yang berlaku,” pungkas Rachmad. [TIA]
Nikmati berita dan informasi terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami

















