TIDAK semua kontribusi besar lahir dari sorotan panggung. Sebagian justru tumbuh dari kerja-kerja sunyi yang jarang terlihat publik. Di PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim), sosok itu bernama Revita Pratiwi.
Selama 17 tahun berkarier, Revita menjalani dua peran yang berbeda namun memiliki benang merah yang sama: memastikan segala sesuatu berjalan dengan baik. Ia ikut mengawal transformasi sistem distribusi pupuk nasional, sekaligus mendampingi pembinaan ratusan generasi muda melalui Marching Band Pupuk Kaltim (MBPKT).
Perjalanan itu tidak dimulai dari ruang teknologi atau manajemen proyek. Pada 2008, Revita bergabung sebagai staf di Departemen Laboratorium Pupuk Kaltim.
Dunia laboratorium membentuk karakter kerjanya. Ketelitian, disiplin, dan akurasi menjadi bekal yang kemudian membawanya melangkah ke berbagai posisi strategis di perusahaan.
Perubahan besar terjadi pada 2016. Revita dipercaya bergabung dalam tim pengembangan Distribution Planning and Control System (DPCS), sebuah sistem dasbor yang dirancang untuk memantau kondisi stok pupuk di berbagai wilayah secara cepat dan terintegrasi.
Bagi perempuan yang sebelumnya akrab dengan pekerjaan laboratorium, dunia distribusi menjadi pengalaman yang sama sekali berbeda.
“Distribusi pupuk ternyata sangat kompleks seperti jaring laba-laba karena melibatkan banyak divisi dan jaringan distribusi yang sangat luas. Bagi saya yang terbiasa mengurusi natrium klorida, ini benar-benar tantangan baru,” ungkap Revita dalam keterangannya, Sabtu (13/6/2026).
Di dalam proyek tersebut, ia tidak hanya mengelola data dan pelaporan. Revita juga terlibat dalam koordinasi lintas pihak, pengelolaan sumber daya, penyusunan anggaran hingga pengembangan mockup aplikasi.
Proyek itu akhirnya menjadi salah satu inovasi penting Pupuk Kaltim. DPCS membantu perusahaan memantau distribusi pupuk secara lebih cepat dan responsif.
Kerja keras tim membuahkan hasil. Pada 2019, inovasi DPCS meraih penghargaan Gold dalam ajang International Convention on QC Circle di Jepang.
Keberhasilan tersebut membuka tantangan yang lebih besar.
Pada 2020, Revita kembali dipercaya terlibat dalam pengembangan DPCS di tingkat holding, PT Pupuk Indonesia (Persero), dengan cakupan distribusi pupuk secara nasional.
Sebagai Project Management Officer (PMO), ia bertugas mengoordinasikan berbagai tim yang berasal dari sejumlah anak perusahaan pupuk.
Kompleksitas pekerjaan meningkat drastis. Sistem yang dikembangkan harus mampu memantau pergerakan pupuk dari pabrik hingga kios, mengawasi stok di daerah, melacak kapal distribusi, hingga menampilkan data secara real-time melalui Command Center.
Kontribusinya dalam transformasi digital tersebut mendapat apresiasi. Pada 2022, Revita menerima penghargaan Women in Digital Technology dari Pupuk Indonesia.
Namun bagi Revita, pencapaian itu bukanlah tujuan akhir.
“Lingkungan kerja yang suportif di Pupuk Kaltim menjadi privilege yang memungkinkan saya terus berkembang melampaui zona nyaman. Dukungan manajemen dan soliditas tim memberi kepercayaan untuk terus belajar dan mengambil peran di berbagai ruang kontribusi,” ujarnya.
Kesibukan di dunia korporasi ternyata tidak membuat Revita berhenti berkontribusi di ruang sosial.
Di luar pekerjaan, ia aktif sebagai sekretaris Marching Band Pupuk Kaltim (MBPKT), organisasi binaan perusahaan yang selama puluhan tahun menjadi wadah pembinaan generasi muda Kota Bontang.
MBPKT yang berdiri sejak 1987 kini memiliki sekira 100 pemain inti dan 300 anggota cadet yang berasal dari pelajar SMP dan SMA.
Di organisasi itu, Revita menjadi penghubung banyak pihak. Ia menjembatani komunikasi antara pengurus, pelatih, anggota hingga para orang tua.
Perannya terlihat sederhana. Namun justru di sanalah fondasi organisasi dibangun.
“Bagi saya MBPKT bukan hanya soal musik atau kompetisi, tetapi juga ruang pembinaan karakter dan kepercayaan diri bagi anak muda Bontang,” katanya.
Salah satu momen yang paling membekas terjadi pada 2013 saat MBPKT mendapat undangan tampil di Istana Negara. Persiapan berlangsung tidak mudah. Jadwal latihan yang padat bertepatan dengan masa ujian sekolah para anggota.
Kekhawatiran orang tua pun muncul.
Revita bersama pengurus harus bekerja ekstra membangun komunikasi dengan keluarga para peserta. Mereka memastikan anak-anak tetap mendapatkan pendampingan akademik sehingga prestasi sekolah dan aktivitas marching band bisa berjalan seimbang.
Pendekatan itu membuahkan hasil. MBPKT terus berkembang dan mencatatkan berbagai prestasi bergengsi. Pada 2016, tim ini meraih Juara 1 Display International Open Class dalam Thailand International Royal’s Trophy Band Competition.
Prestasi yang lebih besar datang pada 2025.
MBPKT menjadi satu-satunya perwakilan Indonesia dalam ajang Thailand World Music Championships (TWMC). Dari kompetisi tersebut, tim asal Bontang itu membawa pulang tiga gelar sekaligus, yakni Juara 1 Drum Battle, Juara 1 Indoor Marching Arts Winds, serta 2nd Place Open Field Show.
Tak hanya itu, MBPKT juga meraih The Gold Level, pencapaian yang mengantarkan mereka naik ke kategori World Class, level tertinggi dalam sistem penilaian kompetisi marching band internasional.
Bagi Revita, semua pencapaian itu memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar trofi.
“Pencapaian ini bukan hanya soal kemenangan, tetapi bagaimana kami di Pupuk Kaltim memiliki kesempatan untuk ikut dalam pembinaan anak muda di Bontang,” tuturnya. [ADS/PKT]
Nikmati berita dan informasi terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami

















