DI BALIK megahnya instalasi pabrik pupuk di Bontang, ada denyut nadi ekonomi yang terus berdetak di rumah-rumah warga. Mulai dari ibu rumah tangga yang sibuk dengan budidaya jamur, hingga pelaku UMKM lokal yang produknya kini melintasi samudera menuju 12 negara.
Napas pemberdayaan inilah yang membawa PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) memborong penghargaan bergengsi di ajang TOP CSR Awards 2026. Tak tanggung-tanggung, predikat Star 5 (Bintang Lima), Medali Platinum, hingga gelar TOP Leader on CSR Commitment untuk sang nakhoda, Direktur Utama Gusrizal, berhasil dibawa pulang.
Penghargaan Star 5 bukan sekadar pajangan di lemari trofi. Ini adalah kasta tertinggi yang menandakan sistem Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan sudah masuk kategori sangat ekselen. Sementara Medali Platinum menjadi bukti bahwa konsistensi mereka menjaga standar tinggi ini bukan prestasi musiman.
Sekretaris Perusahaan Pupuk Kaltim, Anggono Wijaya, menegaskan bahwa kepedulian sosial bagi mereka bukan lagi soal menggugurkan kewajiban.
“Bagi kami, TJSL adalah bagian integral dari strategi keberlanjutan untuk menciptakan nilai tambah bagi masyarakat dan lingkungan,” ujar Anggono usai menerima penghargaan di Jakarta, baru-baru ini.
Salah satu bukti nyatanya adalah Koperasi Bina Sukses Bontang. Siapa sangka, UMKM yang awalnya hanya jago kandang, kini memiliki kapasitas produksi hingga 468 CBM per kontainer. Produk-produk dari tangan terampil warga Bontang ini pun sudah resmi ‘go international’ di belasan negara.
Namun, Pupuk Kaltim tidak hanya bicara soal angka ekspor. Mereka masuk ke ruang-ruang yang lebih personal. Melalui program Cendawan Juara, para lansia dan pensiunan diberi ruang untuk tetap produktif lewat budidaya jamur. Ada pula Program Serasi yang menguatkan peran perempuan sebagai tulang punggung ekonomi keluarga.
Di sektor kesehatan, mereka terlibat langsung dalam ‘perang’ melawan stunting melalui program PEGALDAS. Berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan alias Diskes Bontang, perusahaan memastikan anak-anak sebagai masa depan bangsa tumbuh dengan gizi yang cukup.

Bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu namun punya mimpi setinggi langit, ada beasiswa PKTPP yang membukakan pintu pendidikan berkualitas. Harapannya satu: memutus rantai kemiskinan lewat prestasi.
Menariknya, semangat sosial ini tidak hanya ada di level manajemen. Lewat Employee Volunteering Initiation (Evolution), para karyawan terjun langsung menjadi relawan. Mereka gotong royong, menyapa masyarakat, dan memberikan dampak langsung di lapangan.
Kinerja sosial ini berjalan beriringan dengan tata kelola perusahaan yang bersih. Skor GCG mereka mencapai 89,37—sebuah angka yang solid. Belum lagi rekor PROPER Emas dari KLH yang mereka pertahankan selama sembilan tahun berturut-turut.
“Kami akan terus memperkuat kolaborasi. Pertumbuhan perusahaan harus selaras dengan kesejahteraan masyarakat dan kelestarian alam,” kata Anggono mantap. [ADS/RIL]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami

















